Akhir tahun ini ada liburan sekitar 5 hari-an. Apa yang akan Anda persiapkan untuk liburan ini ? Berbagai kegiatan sudah bisa mulai dirancang sejak hari ini. Terkait dengan jenis kegiatan apa yang akan dikerjakan bisa dibagi atas beberapa jenis atau model.
1.Berdasarkan kegiatan pribadi. Masing-masing dari kita pasti tahu apa yang manjadi hobby masing-masing dari kita. Ada yang hobby mancing, olah raga, sepeda gunung, hiking, jalan-jalan ke desa atau bahkan ke mall2. Atau nongkrong di hotspot ?. Kegiatan pribadi ada kalanya merupakan alternatif terakhir karena ada banyak diantara kita terikat dengan keluarga (ada keluarga yang harus diajak liburan juga) atau masih terikat dengan rutinitas pekerjaan. Kegiatan pribadi sangat cocok untuk Anda yang benar-benar bebas alias free. Bagi yang masih jomblo, kali ?
2.Berdasarkan kegiatan keluarga. Hal yang paling penting adalah obyek serta tujuan liburan yang berlaku untuk segala umur. Ke Dufan, kalau anak kita masih TK kayaknya enggak cocok, lebih cocok ke SeaWorld, misalnya. Anggaran yang bisa 4 kali lipat dari anggaran liburan pribadi hendaklah diantisipasi sejak dini. Termasuk pemilihan waktu yang tepat, apalagi terkait cuaca yang akhir-akhir ini sering hujan dan angin bertiup kencang. Disarankan menghindari daerah yang rawan bencana, misal di pantai (terabrasi & pasang-naik), di gunung (longsor & licin jalan), daerah rendah (tergenang banjir), serta tempat-tempat yang sulit dijangkau, meskipun menarik & eksotis (puncak gunung, jurang dan lembah). Kalau outbond bagaimana ? Kayaknya untuk keluarga gak cocok sama sekali.
3. Berdasarkan acara kantor atau tempat kerja. Kantor biasanya melakukan tutup buku sebelum 31 Desember atau bisa sebelum itu. Kalau mau bisa aja dirancang rapat akhir tahun sambil berrekreasi. Misal, dengan tema “Rapat Evaluasi 2007 & Songsong 2008″ bertempat di suatu tempat, misal Ciater, Lembang, Cipanas, atau tempat segar lainnya. Ada dua tujuan disini, pertama terkait dengan evaluasi kerja selama 2007, ini adalah kegiatan kantor alias wajib dihadiri seluruh staf karyawan. Yang kedua adalah acara rekresi, bisa diadakan jalan-jalan melintasi kebun teh, pertandingan olah raga di tempat yang tidak biasa kita main di situ, bersepeda santai, atau hanya nongkrong-2 di bentangan alam, di pinggir danau, di saung di tepi kebun teh, atau sambil mancing di tempat pemancingan yang ada di daerah-2 tadi. Yang pasti lokasinya adalah lokasi yang memberi kesan baru, segar serta menimbulkan semangat serta kreativitas baru. Kalau usai rapat mungkin stress atau tegang, suasana segar lingkungan rekreasi tadi bisa mengembalikan ke kondisi terbaik kita.
Selain pembagian berdasarkan pribadi, keluarga & kantor diatas, rencana liburan juga bisa dibagi atas beberapa model, misal.
1.Berdasarkan tradisi. Teman saya tiap tahun tradisi akhir tahun di Pangandaran. Atau, begadang di Dago. Atau kebiasaan lainnya. Namanya juga kebiasaan, jadi tidak mungkin atau susah diedit. Sama juga, ada temen yang tiap akhir tahun chatting sambil begadang, melihat perubahan melalui internet.
2.Beradasarkan anggaran. Kita punya duit berapa ? Maka sesuaikan dengan cara kita berlibur. Semakin besar anggaran tentu saja semakin banyak alternatif yang bisa dipilih. Paling asyik kalau kita jadi ‘penghabis sisa anggaran’, di kantor, semisal yang mempunyai sisa anggaran tiap akhir tahun, menghabiskan sisa anggaran adalah kewajiban. Disini dituntut pandai-pandai seorang planner di kantor tsb merancang liburan dengan mengunjungi tempat-tempat penting terkait pekerjaan & sampingannya, rekreasi juga di daerah wisata. Kerja iya, rekreasi iya.
3.Berdasarkan ketersediaan waktu. Kalau kantor hanya menyediakan libur 3 hari, gak seru kalau harus liburan di tempat yang jauh. Semisal di Bali atau Lombok, bahkan Hong Kong. Kayaknya libur 3 hari, mending mancing aja di Parakan Muncang, kayak temen saya.
4.Beradasarkan keterbatasan fisik. Apakah orang tua atau anak-anak kecil gak boleh liburan ? Boleh aja, yang pasti dirancang dengan teliti serta berbasis keinginan yang mempunyai keterbatasan fisik tadi. Termasuk didalamnya adalah yang alergi dingin, alergi panas berlebih, dll. Kalau alergi dingin ya jangan ke Puncak atau tempat yg tinggi2. Sebaliknya, yang gak tahan panas, ya jangan ke WaterBoom Cikarang atau ke Bekasi.
Apa yang perlu disiapkan, selain duit.
1.Peta perjalanan. Ada dua macam, pakai yang kertas atau digital. Kalau yang peta kertas banyak dijual di Toko Buku. Yang digital silahkan anda cari di Google Earth, Google Map, www.cybermap.com, www.streetdirectory.co.id, dll. File bisa dikumpulkan dan dimasukkan ke laptop (rekreasi bawa laptop ? mengapa ?) atau PDA atau ponsel berlayar lebar.
2.Media dokumentasi. Kamera digital atau kamera video, pilih salah satu atau keduanya. Persiapan baterai serta memori eksternal sangat menunjang catatan perjalanan Anda nanti.
3.Media Komunikasi. Selain ponsel, sediakan HT alias handy-talky, karena kalau kita berombongan akan efektif kalau pakai HT ini, asal jarak gak terlalu jauh-2 banget.
4.Jaga kesehatan sejak sekarang, karena gak lucu kalau mau berangkat rekreasi justru badan kita gak fit.
5.Tetap mamantau perkembangan lokasi kita akan rekreasi, siapa tahu jalannya banjir atau longsor. Jangan sampai niatnya rekreasi malah jadi repot-sendiri.
6.Berdoa semoga rencana liburan terkabul. Man propose, Allah dispose.
Akhirnya, selamat merancang liburan Anda.