Menjadi anggota komunitas online sekaligus offline membutuhkan adaptasi. Salah satunya adalah komunitas yang saya ikuti, yaitu MBI alias Masyarakat Bulutangkis Indonesia. Tinjauan akan saya mulai dari sisi online, offline baru gabungan keduanya.
Sisi online :
1.Jati diri, ini adalah masalah klasik ketika interaksi personal dimulai dari internet. Jati diri kita biasanya diwakili oleh sederet identitas dalam email. Kebanyakan identitas pada email tidak sepenuhnya menggambarkan jati diri nama asli seorang netter. Identitas di YM juga kadang menimbulkan persepsi jati diri yang tidak instan. Disini perlu ngobrol beberapa kalimat untuk mendalami identitas nama user ini. Belum lagi kalau mempunyai blog yang menggunakan nama yang lain pula. Bagaimana cara mendalami identitas rekan sesama komunitas ini ? Salah satunya adalah mencocokkan antara nama & foto yang banyak terupload di bagian album di milist. Sudah menjadi hal yang pasti adalah pola narsis yang seakan menjadi karakter orang-2 yang berkecimpung di internet. Cuman kadar narsis memang berbeda-beda. Ada yang narsis menggunakan nama samaran, tapi ada juga tegas menggunakan nama asli, bahkan nama di KTP.
2.Kebiasaan online, tiap personal mempunyai kebiasaan online yang beragam. Dalam hal ini, semua user kayaknya kompak menggunakan layanan Yahoo, terlihat dari milist sport yang dipakai serta intensitas Yahoo Messenger yang sering digunakan berdialog singkat tekstual. Penggunaan waktu saat online juga menentukan keaktifan dalam mengikuti sessi YM Conference. Ada yang mengaktifkan seharian internetnya, ada pula yang sekedar waktu pada jam tertentu saja.
3.Leader Follower, setiap komunitas pasti ada yang dituakan & yang menjadi panitia. Karena statusku adalah diajak, maka dengan segala kemampuan saya, saya akan adaptasi melebur diri dalam komunitas yang kuikuti. Tetap dengan pertimbangan dasar yang membedakan atas dasar karakter diri saya sendiri. Saya mau online dengan catatan kerjaan lagi senggang & kondisi menyenangkan. Termasuk didalamnya tersedia koneksi internet yang cukup lancar.
4.Milist yang pakai Yahoo, apa kekurangan milist ini ? Yang pasti hanya berbasis teks saja, paling juga link. Adanya foto dimungkinkan dengan fasilitas album yang terpisah dengan teks. Dan yang menjengkelkan adalah lambat akses. Selain jatah space memori yang kalau gak salah tinggal 50% dari 100MB. Space yang sangat minim bila dibandingkan dengan ukuran file pada saat ini. Saat ini saya belum pernah posting di milist, tapi pernah posting di www.bulutangkis.com
Sisi offline :
1.Tempat, GOR Wartawan kebetulan dekat rumah, kalau di tempat lain kemungkinan besar saya gak ikut, karena harus mempertimbangkan manfaat dan jauhnya jarak tempuh. Bila sudah pindah nantinya, akan kita lihat perkembangannya. Meski sangat besar kemungkinan akan ada tarik-menarik kepentingan antara waktu yg tersedia serta tendensi hobby.
2.Waktu, cukup ideal, karena di waktu tsb saat ini sedang senggang, bila harus menggunakan waktu selain itu, mungkin menjadi kendala yang harus memerlukan pertimbangan
3.Biaya, saat ini hanya dikenakan biaya s.cock saja, karena biaya lapang bulanan ada yang nanggung. Pertanyaannya adalah sampai kapan gratis uang lapang ? Apakah nikmat ndompleng lapang atau lebih nikmat bayar lapang, supaya ada pengakuan atas eksistensi diri ? Bayar s.cock cukup murah karena dibagi 4, beda dengan PB KMJ yang menggunakan leh-yar alias eleh bayar.
4.Kemampuan teknis, ini adalah hal yang harus dimaklumi. Kemampuan tiap pemain sangat beragam, saat masuk saya memantau dari jauh, semula merasa minder, karena permainan mereka diatas saya. Cuman saya berpikiran positip, tak ada salahnya menjadi yang kalah asal kualitas permainan saya meningkat, toh bayar s.cock dibagi empat. Tak akan ada yang hebat alias si menang kalau tak ada yang dikalahkan alias looser.
5.Adaptasi, banyak hal yang harus diadaptasikan. Kebiasaan s.cock (lambat atau cepet), hitungan point (30 atau longsheet), jam main (gak biasa main malam?), buta akan kemampuan pasangan (minder kalau membuat kalah krn kemampuan yg terbatas), sempitnya lapangan (bila sebelumnya pakai lapang rada luas), penerangan lapangan, akses menuju lokasi, dll. Tapi satu hal, pelajari kebiasaan pemain lama, adaptasi, dan melebur diri. Kalah atau menang adalah suatu hal biasa, semangatlah yang manjadi hal utama.
6.Dokumentasi, sejauh pengamatan saya, dokumentasi fotografi berupa pengambilan gambar para pemain dilakukan sudah dua kali. Yaitu saat awal bulan lalu dan saat MBI Jakarta berkunjung ke GOR Wartawan. Saya rencananya mau bawa L730 saya, cuman saya menyadari ini adalah bukan lapang kekuasaan saya, maka saya nanti perlu ijin pemilik lapang dulu, baru bisa shoot video seperti kebiasaan PB KMJ. Foto sudah banyak yang diupload di album milist, yang menjadi bahan belajar saya dalam mempelajari jatidiri teman-teman anggota MBI. Sebuah proses self-learning by picture/photo.
7.Seleksi alam, dalam setiap kelompok tertentu pasti ada yang bertahan dan ada yang musnah. Kalau ada pemain yang mainnya bagus sekali dan tidak bisa menerima pemain lainnya yang kemampuannya dibawah dia, sangat wajar kalau dia mundur teratur. Sebaliknya, bila kemampuan seseorang sangat jauh dibawah maka rasa ewuh-pakewuh atau takut ngrepoti menjadi alasan untuk mundur teratur, dengan berbagai alasan. Karena dirasa aneh bila seseorang mundur karena gak bisa mengimbangi pemain lainnya. Sejauh pengamatan saya, setiap pemain mempunyai bio-ritmik atas performance fisik & emosi yang terkait dengan kualitas permainan dari waktu ke waktu. Jarang ada pemain amatir yang terus-menerus mempunyai top performance selama sebulan, misalnya. Kadang minggu ini bagus, minggu depannya belum tentu sebagus minggu kemarin.
8.Latih tanding, saat penting manakala kita mengundang atau kedatangan tamu dari lain tempat untuk bermain serta berlatih bersama. Disini ada dua kelompok peserta, ada yang semangat sebaliknya ada yang bilang, males. Semangat karena dapat lawan baru, rasa penasaran serta mengharap ada sesuatu yang baru. Yang males, tentu saja tidak mempunyai pengharapan seperti yang semangat tadi. Malah ada yang pesimis, gak main aku juga gak apa-apa, yang penting jangan sampai kelihatan kalah oleh tamu jauh. Mending gak datang sekalian. Memang ada tipe pemain yang semangat latihan dengan lingkungan sendiri, saat akan latih tanding dengan PB lain, dianya menghilang. Ada juga yang phobia pertandingan, ada temen saya setiap ada 17-an, diajak pertandingan badminton, gak pernah datang. Daftar & bayar mau, tapi datang gak mau, dengan beribu alasan.
Sisi online-offline :
1.Komunikasi, menjadi lebih terarah dan terjadwal. Selain merencanakan kegiatan main bareng lewat milist juga digiatkan dengan YM Conference, disini peran seorang moderator offline sekaligus moderator online dalam merencanakan serta memastikan suatu kegiatan berlangsung.
2.In-konsistensi, apa yang direncanakan saat online akan datang latihan, ternyata tidak hadir di lapangan. Ini terkait banyak hal, antara lain hujan, acara mendadak, sakit, atau keperluan lainnya. Apakah ada yang basa-basi mau datang tapi itu hanya sekedar di chatt saja ? Bisa jadi, karena internet juga sebuah misteri.