yosnex

10 October 2008

B2W Pasca Puasa

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Karena B2W hanya sekali saat puasa, maka ada perasaan malas ketika sudah sebulan gak sepedaan, mengharuskan kembali berB2W lagi. Yang pasti harus olah raga, yang pasti harus bersepeda. Masalahnya kapan memulai lagi bersepeda ? Harusnya Minggu setelah Lebaran kemarin, cuman gak ada temen dan banyak kesibukan di rumah. Yang pasti ketika sepeda dikandangkan sebulan, yang harus diperiksa adalah kelayakan operasionalnya. Pertama, sepeda harus dibersihkan, minimal tak ada lumpur yang menempel. Ini sudah seminggu lalu sepeda di cuci bersih. Pengecekan ban, ban pasti berkurang udaranya alias sedikit kempes, maka nambah angin adalah solusinya. Ngecek rem depan belakang, kencengin sedikit, lalu coba dikit-dikit. Yang paling penting adalah pelumasan oli di beberapa posisi. Ini adalah prosedur standart perawatan sepeda. Ketika masalah teknis sepeda beres, maka berikutnya adalah masalah teknis fisik kita. Yang pasti sama juga preparenya, mulai dari cukup istirahat, sarapan nasi + kue-kue Lebaran, serta bekal air secukupnya.
Dan, meluncurlah ke kampus, dengan trek seperti biasanya, yaitu lintas Laswi. Kadang agak berat karena sejak 2 bulan lalu kupasang posisi gigi 3-7 alias terberat, karena rada berat kuturunkan jadi 3-6. Tapi yang pasti speed 21 kayaknya kurang buat saya, mungkin speed 27 kayaknya harus direncanakan upgrade groupsetnya. Yang pasti hasil terindah B2W adalah setelah turun sepeda, keringkan keringat, minum air putih, lalu mandi pagi. Setelah mandi pagi itulah kesegaran badan sangat terasa & menaikkan semangat beraktifitas hari ini. Iniilah nikmatnya ber-B2W.

19 September 2008

B2W Ramadhan

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Setelah banyak menimbang dan - kayaknya - terlalu banyak pertimbangan yang ditimbang-timbang, dengan memikirkan hal terburuk akibat dari berB2W Ramadhan, akhirnya baru Jumat ini aku ber-B2W lagi. Sejak 1 Ramadhan kemarin, berarti sekitar 18 hari-an Astroz dikandangkan. Dampak dikandangkan terlalu lama adalah ban yang perlahan-lahan mengempis. Ini juga alasan mengapa aku hari ini harus berB2W, sekalian nambah angin. Setelah nyampai di kampus, memang ada bedanya antara B2W Reguler dengan B2W Ramadhan. Karena begitu sampai di kampus, aku harus duduk dulu sekitar 5 menitan untuk menormalkan keseimbangan badan. Keseimbangan antara kebutuhan air dan pengendalian rasa haus, harus diatur sedemikian rupa agar kehausan bisa dikendalikan. Ternyata lebih berat jalan kaki daripada bersepeda. Juga, lebih berat saat PAM mati kemarin, yaitu mindahin air dari tetangga ke rumah. Maka tak ada alasan untuk tidak berB2W Ramadhan. Karena sudah saatnya puasa ini harus ditransformasikan dari puasa fisik menjadi puasa rohani alias non-fisik. Puasa fisik masih memikirkan nanti makan sahur apa, nanti buka makan apa, itu masih kategori puasa fisik. Orientasinya masih menjadi dari kemungkinan batal puasa akibat fisik, yaitu makan & minum.
Ternyata kekhawatiran akan beratnya berB2W Ramadhan hanya perasaan saya saja. Itu harus diuji dengan pendekatan logika. Yang mana logika membutuhkan pembuktian dari kekhawatiran saya tadi. Pembuktian adalah B2W pagi ini, dan saat postingan ini saya tulis, kondisi badan sudah segar kembali. Dan siap ber W - tanpa B2 - alias kerja.
Jadi, apa yang dikhawatirkan, olah raga (B2W, salah satunya) di saat puasa bukan halangan, meski keringat hanya sedikit yang keluar.
Sorenya pulang jam 16.00 dan untungnya rada macet sehingga kecepatan tidak seberapa dan fisik tetap oke. Menjelang maghrib-pun gak ada masalah. Artinya sangat oke B2W Ramadhan. Kamis depan nyoba lagi.

4 September 2008

Sepeda Puasa

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Ternyata banyak juga teman-teman B2W Bandung yang masih tetap bersepeda meski bulan Puasa. Ini saya baca dari B2W Chapter Bandung. Ada hal penting yang terkait antara sepeda & puasa. Pertama, sepeda itu nafsu atau keinginan, sedangkan puasa itu menahan nafsu atau keinginan. Jadi saling bertentangan secara niatan. Kedua, sepedaan itu butuh nutrisi khususnya air, sedangkan puasa itu tidak boleh ada masukan nutrisi atau air. Maka alternatif terbaik adalah bagaimana tetap puasa tapi juga tetap bisa bersepeda. Maka, waktu bersepeda saja yang dimodifikasi. Yang jelas bersepeda siang hari saat interval puasa mengandung resiko. Memang ada kontradiksi disini, mau mengutamakan puasa atau sepeda. Tapi yang jelas, karena puasa adalah wajib, maka mengutamakan puasa juga adalah kewajiban. Masalah waktu, selain itu juga ada pertimbangan lintasan atau jarak tempuh. Maka untuk edisi sepedaan saat puasa bisa dipertimbangkan hal-hal sbb. :

1.Bila puasa adalah prioritas ibadah maka sepeda sementara diparkir dulu. Pengganti olah raga bisa diupayakan saat usai buka puasa, misal, bulutangkis atau olah raga lainnya.
2.Bila merasa fisik tak ada masalah, maka tetap pertimbangkan saat berangkat & saat pulang. Saat berangkat adalah saat dimana matahari belum tinggi, atau kurang dari jam 09.00-an pagi. Saat pulang yang tepat adalah setelah maghrib atau setelah buka puasa & shalat maghrib. Kalaupun pulangnya sebelumnya dipertimbangkan sampai dirumah harus tepat saat buka puasa. Karena interval Maghrib yang hanya sebentar.
3.Bila jarak diatas 10 km sekali jalan dengan asumsi jalan datar, silahkan cek kondisi fisik terlebih dahulu. Tapi kalau kurang dari 5 km dengan asumsi jalan datar, saya pikir oke-oke saja. Yang paling enak adalah saat berangkat turunan, saat pulang nanjak tapinya sudah buka puasa, jadinya ada tenaga. Seperti, rumah di Simpang Dago, berangkat jam 07.00 pagi, kantor di Antapani, pulang jam 18.00 setelah buka bersama & shalat Maghrib. Itu yang paling enak.
4.Kalau pakai SeLi alias Sepeda Lipat, ini kayaknya yang paling tepat dipakai untuk bersepeda saat puasa. Bila fisik tak mengijinkan maka tinggal naik angkot berdua sama si seli-nya. Dengan asumsi jalurnya kelewatan angkot.
5.Atau bersepeda setengah jalan artinya hanya berangkat atau pulangnya saja. Bila ada suami istri, misal istrinya setir mobil maka suaminya yang B2W bisa berangkat bareng, suaminya pulang pakai sepeda. Karena biasanya jam masuk kantor relatif bersamaan, sekitar jam 08.00-an. Sedangkan pulangnya bisa sendiri-sendiri. Atau sebaliknya, berangkat sendiri-sendiri. Pulangnya, si istri yg setir mobil mampir ke kantor suaminya angkut sepeda B2W suaminya. Ini kayaknya trend seli & menyiasati tetap sepedaan saat puasa.
6.Antara keraguan dan penasaran, ini adalah dilema saat harus wajib puasa & godaan mengayuh si sepeda. Kalau masih ragu-ragu masih kuatkah aku naik sepeda ke kantor saat puasa, maka sebaiknya dicoba saja. Yang diatur adalah jangan memaksakan kecepatan atau mengeluarkan tenaga berlebih saat berangkat. Resiko yang perlu diantisipasi adalah kebutuhan air manakala keringat keluar. Kalau tenggorokan kering resikonya adalah dada sesak karena kurang cairan, ini harus diwaspadai. Maka, sebaiknya dikendalikan sebaik mungkin kecepatan kayuhnya.
7.Ada yang bilang biar puasa tapi aktivitas jalan terus. Ini aliran yang mungkin mempunyai kekuatan fisik yang baik. Karena di balik fisik yang memang dilatih ada juga latihan kesabaran mengendalikan diri. Fisik dikendalikan, kesabaran juga dikendalikan. Ini yang cukup berat, mudah diomongkan, terasa susah untuk diimplementasikan.

Jadi, gimana ? Ya, terserah Anda.

2 September 2008

Trexia Polygon

Kategori Postingan : 33_terawang, 16_my_Astroz

Masih lanjutan dari karakter bersepada saya postingan kemarin. Saya lebih suka on-road 75% & off-road 25%. Dari sini kayaknya Astroz kurang tepat. Pertama, ban terlalu besar, cocoknya untuk medan off-road alias tidak rata. Kedua, terlalu berat dan gemuk alias bongsor, kurang langsing, idealnya 10 kg-an saja, sedangkan Astroz sekitar 15 kg-an. Maka alternatif berikutnya adalah menyesuaikan antara medan yang jalan raya dengan karakter sepeda yang tepat. Maka pilihan jatuh kepada Polygon Hybrid. Astroz masuk kategori MTB Hard Tail. Yang membedakan antara Astroz yang MTB dengan Trexia yang Hybrid adalah ukuran ban dan bobotnya. Tapi Trexia untuk fork depannya tanpa suspensi, mirip forknya sepeda Road alias sepeda balap jalan raya.

Alternatif lain Model Hybrid dari Polygon bisa dilihat disini, termasuk spesifikasi Trexia. Dan ada dua model baru lagi, yaitu Waltz & Xabre, yang kayaknya cukup ekononis buat saya. Dengan menggunakan suspensi depan sebagai alternatif pilihan. Ini diambil dari Polygon Malasyia.

29 August 2008

Karakter Biker

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Setiap biker punya karakter terhadap bagaimana ia menggoseh atau bersepeda.

Ada dua aliran secara global ditinjau dari lintasannya, yaitu on-road & off-road. Atau kombinasinya, dengan perbandingan menyesuaikan. Bagaimana dengan karakter bersepada saya ? Saya lebih suka on-road 75% & off-road 25%. Pertama, yang jelas sepeda bagi saya nomer satu adalah olah raga dalam rangka mencari alternatif menjaga kebugaran yang menyenangkan. Bukan olah raga yang termurah, karena habis sepedahan pasti jatah makan melebihi batas normal. Kalau enggak percaya mana mungkin sampai ada komunitas Sepeda Kuliner di Multiply. Karakter hard-tail Astroz menjadikan lebih cocok untuk XC (cross-country), lagian saya kurang tertarik dengan bersepeda sampai berlumpur-lumpur atau berkotor-kotor. Bukan takut kotor penyakit tapi karena harus sholat 5 waktu. Jadi kalaupun berkotor-kotor harus ada jaminan bisa membersihkan diri untuk sholat, kalau yang ini bisa dicontoh biker yang sholat disela-sela istirahat bersepeda, berjama’ah lagi. Ini karakter biker sejati. Saya tahu namanya tapi tak berani sebut karena belum kenal langsung, yang pasti di blog Multiply nampak beliau sedang shalat disekitar para biker yang lagi istirahat.

Ada juga dua aliran ditinjau dari kecepatan genjotnya, yaitu aliran speed dan fun-bike. Aliran speed atau mengandalkan power dan kecepatan ini yang selama ini saya ikuti saat bersepeda bareng komunitas Lodaya. Kekuatan nanjak & kecepatan memacu alias balapan sampai di finish adalah ciri utama komunitas ini. Meski harus ada yang tertinggal jauh, tapi saat akan kembali pasti ditunggu di tempat finish. Namun karena suatu hal di tengah perjalanan berangkat masih sering berhenti-2 dengan alasan menunggu teman yang akan gabung. Nah, saat pulangnya masih adu speed juga, seperti saat ke Kiara Payung lalu. Kalau aliran fun bike selain tidak mengutamakan kecepatan, sampai saat ini saya belum pernah ikut kegiatan fun bike. Apalagi fun bike yang menghadirkan pejabat yang mana pejabat harus di paling depan supaya mudah tershoot kamera TV. Kalau yang kayak gini kalau biasa full-speed akan tersiksa. Contohnya saat ada B2W Day di Bandung, yang menghadirkan Gubernur Jabar (atau yang mewakili) bila tidak terbiasa fun bike akan tersiksa, karena gak boleh nyalip Gubernur. Nanti, kehalangan kameramen TV.

Ditinjau dari gaulnya di internet, biker bisa dibagi atas silent dan narsis. Yang silent adalah biker yang jarang menonjolkan dirinya di jagat internet, baik sebagai blog-er, milist-er, email-er, chatt-er, atau penampakan lainnya di internet. Ciri khas silent ini adalah frekuensi bersepeda lebih banyak daripada frekuaensi berinternet. Sebailknya, yang narsis adalah bersepeda cuman 3 jam tapi postingannya bisa 6 jam, cuman masih ada sisi baiknya yaitu eratnya komunitas adalah karena narsisme. Bagaimana naris tapi tetap informatif ? Sebaiknya ada perimbangan antara pose pribadi dengan pose anggota komunitas lainnya, juga ada kesebandingan antara pose pribadi dengan pose lingkungan disekitar saat sepedahan. Misal, lewat jalan mana, dekat bangunan apa, dll. Inilah yang disebut dokumentasi oleh masyarakat atau Citizen-News atau Citizen-Blog. Narsis silahkan tapi tetap proporsional. Kalau aku tidak begitu narsis alias 20% narsis karena saya jarang pose diri muncul di blog. Kalau ada foto di blog depan itu adalah informasi identitas. Ke-narsis-an saya terwakili oleh si Astroz yang identik dengan kehadiran saya. Maklum saja kalau merangkap sebagai seksi dokumentasi.

Bila ditinjau dari kebebasan menjelajah ada dua kategori yaitu follower atau perintis. Saya pernah dua-duanya. Sebagai follower atau pengikut saya aplikasikan saat bersepada ramai-ramai. Paling depan saya nomer dua setelah leader atau penunjuk arah. Setelah misalnya bisa nyalip yang pertama maka ketika ada dua arah maka saya pilih menunggu karena jangan sampai kesasar yang nanti malah merepotkan teman-teman. Sebagai perintis manakala saya mencoba trek baru, biasanya saya sendiri saja, seperti saat ke sekitaran Gedebage bulan lalu. Ada bloger di Multiply yang masuk kategori perintis karena lintasannya yang rada personal alias biker-alone. Bisa dilihat di sini. Disini juga termasuk biker yang rada susah ikut lomba-lomba sepeda yang jalurnya diatur lewat sana-sini, mereka lebih suka dimana start dimana finish, trek terserah peserta lomba. Saya juga suka model begini.

Bisa juga dibagi atas Gaya Hidup atau Tuntutan Hidup. Yang Gaya Hidup setiap touring sepedanya baru, tiap ganti medan sepeda menyesuaikan. Saat ke trek off-road pakai full-sus, trek campuran offroad-onroad pakai hardtail, saat aspal mulus (onroad) pakai road-bike langsing model sepeda balap jalan raya. Pakaian selalu berasosiasi dengan merk-merk per-sepeda-an. Ada Spesialized, Connandale, Shimano (atau Shimasyos), Polygon, dll. Tapi yang Tuntutan Hidup, sepeda pakai FBI alias Federal Buatan Indonesia jadul tahun 90-an, saat MTB booming sebelum krismon. Mereka gak peduli apa itu Deore, apa itu RST Gila, apa itu XT atau XTR, yang penting nggoseh dalam rangka bertahan hidup. Justru saya paling sering berB2W dengan mereka ini, mereka B2W sejati jauh dari narsis. Jauh dari internet, karena keterbatasan akses, tapi terus menggoseh. Jumlah mereka bisa 2 atau 3 kali lipat penggoseh B2W register di B2W web site. Harusnya di sepeda mereka terpasang tag B2W Sejati. Karena menurut mereka mau sepedahan saja harus punya email, ribet katanya.

Ditinjau dari peluang bisnis, bisa dibagi atas konsumen & produsen atau pembeli & penjual. Sampai saat ini saya masih berstatus pembeli alias konsumen, namun tidak menutup kemungkinan akan mencoba peluang bisnis di lingkup komunitas berbasis internet ini. Kalau di MBI ada penjual raket, kalau di persepedahan saya belum melihat titik terang peluang bisnis, karena faktor kekeluargaan masih dominan. Nanti mungkin lain waktu di masa datang.

Ada juga ditinjau dari implementasi gadget atau sarana pendukung persepedaan. Ada yang Gaptech ada yang Hitech. Biker ‘polosan’ adalah biker yang belum melengkapi sepedanya dengan perangkat keras berbasis informasi untuk meningkatkan kualitas eksplorasi sepedanya. Biker hitech ini menggunakan minimal cyclometer, perangkat Global Positioning System (GPS), Google Map/Earth, serta dokumentasi (kamera digital atau video camera). Ini terkait dengan kemampuan biker secara teknis dalam penguasaan teknologi informasi. Juga masih erat kaitannya dalam narsisme di internet yang pasti sangat kentara bila ada support yang jelas dari sisi gadget berbasis informasi ini.
Nanti disambung kategori lainnya.

28 August 2008

B2W Day 29 Agt

Kategori Postingan : 24_komunita, 16_my_Astroz

Berikut rencana B2W Day Bandung, dikutip dari Tiyo B2W ch. Bandung dari Web Site B2W Indonesia :
——————————————————————————————–
Seperti yang dilaporkan oleh Om Tyo Di Bandung. Mohon maaf baru sempat balas hari ini, B2W Bandung Siap menghadapi tgl 29 Agustus dengan amunisi sedikitnya 250 personil yang akan terjun kejalan untuk ber B2W Day 2008, kami juga akan mendapatkan tambahan amunisi berupa :
1.Jabar-1 Pak Ahmad Heryawan akan gowes bersama kami di Jumat pagi
2.Pak Wakil Gubernur Jabar akan diusahakan turut serta
3.Pak Walikota dan Wakilnya Kota Bandung juga akan turut serta
4.Abah Iwan dkk. akan bersama2 JABAR-1 turut serta dlm B2W day
5.Capung JAVA-JIVE dan beberapa artis ternama lain juga sudah menjadwalkan B2W day untuk dapat hadir dan turut mensukseskannya.

Run down acara untuk wilayah Bandung :
1.Kumpul di Gubernuran/Gedung Pakuan/Rumah Dinas Gubernur JABAR pukul 06.00
2.Start akan dusahakan pukul 06.30an dengan rute : Gubernuran - Viaduct - Jl. Veteran - Jl. Sunda - Jl. Aceh - Masjid Istiqomah - Jl. Cilaki - Gedung Sate. Dengan dikawal dan diliput on air oleh OB-VAN radio 99ers FM dan stasiun televisi STV.
3.Finish Gedung Sate, ramah tamah dan kembali ke kantor masing-2.
4.Sore harinya pukul 16.30 komunitas B2W akan kumpul di Taman Cikapayang Dago untuk campaign (sebar flyer) di Dago dan sekitarnya.
Demikian rencana hajatan ulang tahun ke-3 B2W Indonesia, dan ulang tahun B2W Bandung ke-1 dalam wujud B2W Day Nasional 2008 untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Bila ada perubahan akan saya update secepatnya. Terima kasih….
Let’s act beyond green,
—tiyo—
——————————————————————————————–

Pertanyaannya adalah ikutan, enggak ? Kalau pagi sih gak bisa krn harus ngantar sekolah, sorenya kali bisa.

Update : Sabtu, 30 Agustus 2008 :
1.Ini ada beberapa blog B2W’er Bandung yang meliput B2W Day Bandung : Bayu Wahyudi Multiply, Hilman Multiply,
2.Sorenya mau ikutan tapi gak jadi keburu mau hujan, cuman melintas aja di Cikapayang. Mungkin lain waktu. Yang penting adalah nggosehnya.
3.Saat nganter ke dokter di Kimia Farma Bubat, TV One lagi menayangkan B2W Day di Jakarta. Selebnya adalah Pak Andi Mallarangeng, Jubir SBY. Kalau di Bandung, selebnya Pak Gubernur Ahmad Heryawan.
4.Salut buat komunitas ‘roda tiga’, mereka aja kuat apalagi yang dianugerahi fisik sempurna. Aku jadi malu, kenapa gak ikutan.
5.Cuman yang lain lagi mana ? Pak WaGub Dede Yusuf, Pak WalKot Edy Siswandi, Abah Iwan, Capung JavaJive. Kayaknya gak ada di foto. Juga komunitas Forum Bersepeda Bandung juga gak ada di foto. Mungkin karena gak ke foto, kalee.

27 August 2008

Bike DownMall

Kategori Postingan : 11_internet, 16_my_Astroz

Meski berisiko lambat, namun karena rada unik ada kompetisi sepeda di mall, maka ku-link.

26 August 2008

Lomba Sepeda

Kategori Postingan : 15_gagas, 16_my_Astroz

Sabtu dan Minggu kemarin ada dua event lomba sepeda yang berlangsung di Kota Bandung. Ada perbedaan yang cukup menarik antara kedua jenis lomba sepeda tsb. Ditinjau dari ketentuan jalur lomba sepeda. Untuk yang hari Sabtu, karena saya gak tahu apa titel lombanya, tapi yang menarik adalah pesepada melewati jalur kota yang tidak seragam. Atau melewati jalan yang tidak ditentukan alias bebas. Bisa jadi hanya start dan finish saja yang ditentukan. Misal, start di Gasibu, finish di Sapan, maka terserah pesepeda memilih jalur sendiri. Ini akan sangat menantang bagi peserta yang memang sudah hapal jalur kota, sebaliknya merupakan tantangan bagi yang masih awam jalur kota. Sayangnya dilaksanakan Sabtu, dan saya enggak tahu ada event ini. Cuman saat lewat Supratman Cicadas, banyak bertemu dengan beberapa peserta lomba sepeda ini. Disini yang paling santai adalah panitianya. Karena tanggung jawab hanya di start & finish, sedangkan bila ada peserta kesasar atau gak tahu jalan, itu adalah resiko peserta pesepeda. Sangat menguntungkan bagi mereka yang hapal jalur kota atau yang dibekali dengan navigasi yang baik. Kayaknya model lomba sepeda kayak begini yang lebih praktis. Mengenai keterlibatan sponsor memang hanya ada di Start, Finish & kaos peserta. Sedangkan di jalur yang dilewati gak bisa dipasangi sponsorship.

Kalau yang Minggu, 24/8, rencananya aku mau ikutan. Hari Jumat sudah ke sana, cuma mau daftar koq ragu. Aku paling hoream and males bila treknya berdebu, lagian arahnya ke selatan yang identik dengan panas kemarau. Tapi itu sih baru dugaan, yang pasti sih Minggu ini inginnya istirahat. Enggak jauh-2 & berat-2. Pengen tahu selengkapnya ttg MTC Bike, ini linknya.

22 August 2008

Ilmu Sepeda

Kategori Postingan : 11_internet, 12_gadget, 16_my_Astroz

Ilmu sepeda terdiri atas 2 kategori, yaitu tinjauan atas sepeda secara fisik & aksesoriesnya. Dan, hardware & software pendukungnya. Pendukung tidak harus ada tapi menyenangkan & mendukung kesuksesan serta kepuasan bersepeda.
Bisa dikatakan secara fisik sebuah sepeda harus terpenuhi atas jaminan minimal keselamatan penggunaannya. Bila tak ada sepeda & aksesoriesnya secara fisik maka kegiatan bersepeda tidak bisa dikatakan memenuhi standart keselamatan minimum. Ternyata, ilmu tentang sepeda ini saya harus banyak sekali belajar. Selama ini saya hanya mengenal sepeda dari internet, terkait dengan katalog sepeda dan perlengkapannya. Secara praktek saya gak tahu alias buta terhadap mengapa, misal, Deore LX & XTR itu berapa persen peningkatan performancenya. Atau bagaimana membandingkan antara suspensi fork depan dari beberapa merk. Terus, bagaimana mengenali frame asli atau generik. Terus, apa keuntungan & kelebihan antara membeli full-bike alias tinggal bayar-pakai dengan merakit sendiri, seberapa persen margin keuntungan, dari sisi keuangan dan performance-kepuasan. Dan, masih banyak lagi yang harus saya pelajari.
Yang kedua, adalah daya dukung per-sepeda-an. Ini adalah konsekuensi teknologi khususnya teknologi elektronik, informasi & internet. Termasuk sisi dokumentasi menggunakan media kamera digital. Memang banyak yang harus saya pelajari termasuk mengoptimalkan daya dukung internet & hardware yang ada. Untuk software internet, untungnya saya sudah sedikit banyak mengenal Google Earth, sehingga bisa saya gambarkan misalnya, trek bersepeda, sejauh GE menyediakan citra satelitnya. Dua gadget yang sangat mendukung adalah perangkat akses GPS & cylometer. Kalau GPS mungkin lain kali saja mengingat harga menjadi kendala, semoga saja ke depan akan semakin terjangkau. Kayaknya cyclometer mesti dianggarkan untuk punya. Gadget yang menjadi standart para biker adalah kamera digital. Ini aku sudah ada & sangat sesuai dengan hoby moto. Ini gak masalah. Ini ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal, yaitu bagaimana menerapkan atau menginstall peta digital ke dalam GPS sehingga bisa dipakai memantau trek kita, serta hasil report perjalanan sepeda kita, dengan variabel jarak, trek, altimeter, dan lainnya. Kalau pakai cyclometer, sudah kebayang, cuma cyclometer hanya berbasis teks saja, sedangkan GPS berbasis GUI.

Karena ada ilmu sepeda maka siapa guru saya atau tempat bertanya. Belajar yang baik adalah mampu mengajukan pertanyaan dengan baik. Dengan bertanya kita bisa tahu bahwa sampai sejauh mana ketidak tahuan kita. Misal, di GE ada file *.kmz, saya sudah lama tahu, cuman manfaatnya untuk apa, ini baru sebulan terakhir saya bisa tahu manfaatnya. Ini karena saya baca katenzo.multiply.com. Karena di katenzo diupload file trek GE yang berekstensi kmz. Selama ini saya hanya menyimpan shorcut disisi MyPlace atau sisi kiri layar pada GE. Atau disimpan sebagai file JPG karena akan dipasang di blog ini. Dengan kmz ini kita bisa open lagi trek yang sudah pernah dibuat & disimpan sebelumnya. Lalu, tentang ketrampilan mengambil gambar sambil bersepeda. Mengambil gambar dengan kamera digital sambil bersepeda sangat merepotkan, apalagi saat menggowes dan nanjak lagi. Lebih enak mengambil video sambil jalan dengan catatan kamera digitalnya dipasang secara permanen alias tanpa dipegangi. Di Multiply banyak sekali foto bersepeda dengan kualitas foto yang baik. Manurut saya, kualitas foto yang baik adalah minimal 1024x768 atau 1024 wide. Dengan ukuran file yang sekecil-2nya tapi dengan fokus yang sedetail-detailnya. Dan dengan orientasi landscape, syukur kalau wide. Dan yang penting adalah ukuran picturenya seragam. Ada beberapa foto yang sebelumnya sempat diedit dulu, seperti di hsgautama.multiply.com. Cuman, disitu gak boleh bebas mengcopy, kayaknya harus sowan dulu alias minta ijin dan bikin pengajuan proposal. Yang juga menarik adalah bayuwahyudi.multiply.com, lalu b2wbiofarma.multiply.com, dll. Dan yang pasti tempat belajar adalah web site yang bicara masalah persepedaan, seperti sepedaku.com, b2w-indonesia.or.id chapter Bandung, dll. Yang lagi saya cari adalah web site yang mengajarkan sisi teknologi sepeda, khususnya IT-nya sepeda. Semisal GPS, GE, pembuatan trek digital, dll. Ini yang menarik untuk dipelajari. Selain katenzo.multiply.com ada lagi, enggak ?. Kayaknya harus nanya di forum B2W Ch. Bandung. Karena disini banyak pakar. Ada dua pilihan B2W, yaitu forum ch. bandung ngikut di B2W Indonesia, dan satunya adalah milist yahoo group B2W ch. Bandung.

21 August 2008

Pangandaran

Karena temen-temen biker mau ada rencana ke Pangandaran maka dengan sigap kucari Pangandaran di GoogleEarth maupun di WikiMapia. Siapa tahu ada manfaatnya. Berikut tampilan Pangandaran dari WikiMapia. Gunakan Zoom di sisi kiri atas layar. Berikut Pangandaran di WikiMapia : Pangandaran di WikiMapia. Berikut tampilan dari Yahoo Maps yang masih kasar karena tidak bisa di zoom perbesar lagi, bila ingin lebih detail lagi harus menggunakan GoogleEarth. WikiMapia juga punya keterbatasan zoom perbesaran peta. Sehingga saya ambil perbesaran di YahooMaps dengan menggunakan GoogleEarth.

Bagian yang merah dizoom perbesaran dengan GoogleEarth berikut ini.

Kalau dari Yahoo Maps tidak bisa sejelas GoogleEarth ataupun WikiMapia. WikiMapia & GoogleEarth menggunakan source citra satelit yang sama, tapi YahooMaps berbeda dengan GE & WM. Yang pasti tingkat resolusi YahooMaps masih dibawah kualitasnya daripada GE & WM. Terlebih lagi GE mengupdate citra satelitenya 2006/2007 lalu, sedangkan YahooMaps - kayaknya - citra satelite tahun 2003-an. Jadi mana yang dipilih ? Saran saya adalah GoogleEarth (aplikasinya harus didownload & diinstal dulu) & WikiMapia. Jangan lupa lengkapi dengan peta analognya.

20 August 2008

Kiara Payung

Kategori Postingan : 13_kunjungan, 24_komunita, 16_my_Astroz

Trek Senin Pagi Tanggal Merah 18/08/08 : Kidung - ByPass - KiaraPayung - PP. Jarak total = 45.433 m

Etape 1 : hh.mm - hh.mm : Start - Karawitan - Batu Api - SPBU BubatByPass. Nunggu sampai lengkap, untung saja aku bukan yang terakhir. Peserta 6 (P.Edi, P.Iwan, P.Gita, P.Agung, Ua Jim & aku.) Etape 2 : hh.mm - 08.17 : SPBU BubatByPass - lurus ke timur - Perempatan GedebageByPass. Ketambahan grupnya P. Haji Endang W & baladnya Husein (anak-2 muda).

Etape 3 : 08.17 - 08.43 : Perempatan Gedebage - Bunderan Cibiru - Raya Cibiru - Raya Cinunuk - SPBU Al Ma’soem. Nunggu teman-2-nya P. Haji Endang W (Pak Dodi dkk). Dari sini total peserta ada sekitar 25-an, termasuk ladies-biker 2 orang.

Etape 4 : hh.mm - 10.56 : SPBU Al-Ma’soem - Raya Cinunuk - Raya Cikalang (double track) - Raya Cileunyi - Raya Jatinangor - jalan baru setelah IPDN (09.45) - belok kiri ke Kampus UnWim/UnPad - nanjak sampai Graha Giri Wisesa (10.19) - belok kanan lewat Pos SatPam - sampai Monumen Tunas Kelapa (10.24) - naik lagi Finish di depan Kantor Pramuka (10.28). Semua ngumpul disini, berfoto-foto.

Nanjak lagi sedikit untuk memburu nasi timbel (10.56). Makan nasi timbel+pais peda+teh hangat. Istirahat sejenak.

Etape 5 : 11.21 - 12.30 : Warung Nasi Timbel - UnPad/UnWim - Raya Jatinangor - Raya Cileunyi - Raya Percobaan (double track) - Raya Cinunuk - Raya Cibiru - Bunderan Cibiru - ByPass - Perempatan Gedebage P.Gita memisahkan diri, aku lurus terus - CareFour Kircon (12.25) - nyampai SPBU BubatByPass (12.30). Nunggu yang lain karena kebiasaan selama ini adalah Start & Finish di tempat yg sama. Nongkrong di SPBU sampai P.Edy & P.Agung melintas di perempatan BubatByPass (12.54).

Etape 6 : 12.54 - 13.00 : SPBU BubatByPass - Batu Api - Karawitan - Finish.
Best :
Best Speed/Performance : P. Haji Endang W (paling depan)
Best Attraction : Kang Husein. (hampir salto sepedanya ala Rossi, ban depan ter-rem ban belakang terangkat, pas di pos satpam di ‘polisi tidur’.)

Di postingan ini saya menggunakan informasi jam sebagai informasi pelengkap. Pertanyaannya adalah dari mana saya dapat informasi jam tadi ? Apakah saya mencatat jam dari waktu ke waktu ? Jawabannya adalah informasi jam saya dapatkan dari file properties file foto dari kamera digital saya. Ketika ditransfer ke Windows Explorer tiap file akan mempunyai file properties, salah satunya adalah Date Created, termasuk tanggal & jam-nya. Dari situ informasi jam saya peroleh. Jadi bukan pakai stopwatch, cyclometer atau lainnya. Hanya, kamera digital.

Sampai jumpa di trek berikutnya…

19 August 2008

Irigasi Gedebage

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Trek Sabtu pagi kali ini adalah menyusuri irigasi Gedebage, mulai dari belakang Diklat Adm Polri lalu Ranca Pacing - Ranca Sagatan - Ranca Numpang, sampai Jalan Tol, lalu lewat sungai kecil, sepeda terpaksa diangkat. Trek : Start - Buah Batu - ByPass - GedeBage - Ranca Pacing - Ranca Sagatan - Ranca Numpang - Adipura (istirahat) - Raya Gedebage - Riung Bandung - ByPass - Parakan Saat - Cibodas Raya - Kuningan Raya - Purwakarta - Ters. Jakarta - Kampus IM (istirahat) - Jakarta - Sukabumi - Laswi - PP45 - Martanegara - Maskumambang - Karawitan - Finish. Total = 30547 m


Disekitar belakang Diklat Polri Ranca Pacing


Disekitar Ranca Numpang dibawah SUTET, menghadap ke Utara.


20 meter dari Jalan Tol.


Medan off-road tanah bikin kotor sepeda.

Pengembangan trek adalah terus ke Selatan ke arah Ciparay Kab Bandung, dengan menyusuri irigasi.

16 August 2008

Cyclometer Alternatif

Kategori Postingan : 12_gadget, 33_terawang, 16_my_Astroz

Maksud alternatif adalah fungsi tergantikan dengan harga terjangkau. Ada dua pilihan, yaitu stop watch & ponsel yang didalamnya ada fungsi tracker atau pencatat aktivitas olah raga. Kalau GPS sementara saya eliminir karena alasan biaya.

Ponsel yang saya incar adalah Sony Ericsson C702 & G502, spesifikasi bisa dilihat disini. Untuk SE C702 & G502 dari GSMArena. Untuk kemampuan sport activity, berikut tampilan SE C702 :

Yang ini versi sederhananya, yaitu SE G502. Yang mana list stop watchnya hanya 4, sedangkan C702 ada 7 buah.

Kayaknya pilihan paling gampang adalah stop-watch, disamping sudah punya dan tinggal pakai saja.

15 August 2008

Via FlyOver KirCon

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Kayaknya ini adalah trek alternatif berangkat, setelah sekian lama melalui PP45-Laswi-Purwakarta 4900m, maka sudah dua hari kemarin saya mencoba trek baru. Melalui GatSu depan BSM-FlyOver Kircon. Ternyata jaraknya lebih dekat 200 meter (menurut GE) dari pada jalur berangkat PP45 tadi. Dan kesemuanya adalah lintasan jalan raya. Sehingga kecepatan relatif lebih tinggi daripada lewat jalan gang seperti di sekitaran Jl. Purwakarta-Banten. Kendala paling menjengkelkan adalah angkot yang tiba-2 berhenti, kalau masalah polusi itu adalah resiko bila lewat jalan raya. Semula ada kegamangan ketika harus melewati Fly Over Kiara Condong yang menanjak. Tapi filosofi tanjakan menambah motivasi : “Habis tanjakan, terbitlah turunan”. Namun, karena tanjakannya relatif singkat dan kemiringan tidak sampai 20 derajat maka tanjakan tidak menjadi kendala. Kenikmatan bersepeda adalah saat mulai turunan, dimana kecepatan bisa sejajar dengan kendaraan bermotor. Berikut treknya & perkiraan jarak versi GE.

13 August 2008

Kaos MTB Plesetan

Kategori Postingan : 24_komunita, 16_my_Astroz

Dikutip dari web site toko assesories sepeda di sekitaran Trunojoyo Bandung (maaf saya tidak tampilkan URL-nya karena dikira iklan, selain karena tokonya juga belum tahu lokasinya, takut ngasih info sesat) yang kayaknya memang jupa pernah ada di web site lainnya. Cukup menggelitik & khas MTB.

Dari kiri, Nike alias naiki, diplesetkan jadi bike alias baiki. Lalu, yang kuning, saya pikir cukup jelas, karena itu adalah bahasa umpatan yang memang ber-peri-kebinatangan, alias umpatan-animalis. Penyuka Indonesian Idol yang sekaligus suka MTB, kayaknya cocok pakai kaos putih ini. Yang suka musik di TV pas kalau pakai kaos MTB hitam ini. Tapi bukan MTV, lho. Atau yang ini ?.

Teori Evolusi Darwin disempurnakan dengan naik sepeda pada akhir rantai evolusi. Fox Racing jadi Fuk, rada maksa. Hard Rock Cafe-nya paka MTB-ier adalah Hard Tail. Perokok pasti tahu ini merknya apa, dunhill jadi down-hill. Punya iPod, atau iPaq, atau iMac, akhirnya iRide. Favorit saya adalah Bike Evolution.

12 August 2008

Cyclometer

Kategori Postingan : 12_gadget, 33_terawang, 16_my_Astroz

Apakah aku perlu cyclometer ? Selama ini informasi jarak dan lintasan sepeda saya dapatkan dari GoogleEarth. Namun sifatnya yang next-time bukan real-time yang membuat GE terasa kurang uptodate alias ketinggalan timing. Saya baru bisa mendapatkan informasi jarak & lintasan setelah keesokan harinya. Apa saja yang dapat saya harapkan dari sebuah Cyclometer ? Yang pasti ada kecepatan saat ini, trip timer atau waktu tempuh, jarak tempuh (distance), kecepatan rata-rata (avs) & kecepatan tertinggi (max). Tapi untuk informasi lintasan tetap belum bisa disediakan oleh cyclometer. Harus melirik ke GPS atau yang sejenisnya. Jadi, GE masih relevankah ? Saat ini masih relevan, tapi demi pencapaian rekor kecepatan kayuh saya, maka perlu dipertimbangkan cyclometer ini. Supaya saat fisik & kayuhan saya mencapai posisi maksimal bisa terekam dengan baik. Masalahnya adalah bagaimana saya bisa memahami secara teknis cara kerja serta instalasi cyclometer ini. Karena inilah sebenarnya konsep dasar penguasaan teknologi gadget. Percuma bila hanya sebagai pemakai tapi tidak memahami cara kerjanya.

5 August 2008

Lintas Gedebage

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Trek kali ini dibagi atas tiga etape, yaitu Kidung-Adipura, Adipura-Kampus IM & Kampus IM-Kidung. Dan spesial-stage di seputaran Adipura Tahap V.
Etape Satu :

Etape Dua :

Etape Tiga :

31 July 2008

Dago Pakar 02

Kategori Postingan : 13_kunjungan, 24_komunita, 16_my_Astroz

Trek Pemanasan : Start - Karawitan - Maskumambang - Martanegara - Lodaya.
Berangkat : Lodaya - Burangrang - GatSu - Simpang Lima - Sunda - Sumbawa - Aceh - Lombok - Martadinata - Citarum - Taman Cilaki, Nunggu pada Kumpul - Lanjut lagi - Cilaki - Diponegoro - Sentot Ali Basyah - samping kiri bawah Fly Over - Juanda Cikapayang - lurus Juanda - Terminal Dago - THR Juanda - Gua Belanda.
Pulang : Gua Belanda - THR Juanda - Terminal Dago - lurus sampai Merdeka - Lembong - Veteran - tembus Katapang - Burangrang BThree Toko Sepeda. Ada kali 2 jam toko ini. Lumayan banyak pilihan serta koleksi Sepeda & assesoriesnya.
Lanjut : Burangrang - Sancang - Banteng/Ah. Dahlan - Lodaya. Finish.
Trek Pendinginan : Lodaya - Martanegara - Maskumambang - Karawitan - Finish.
Berikut lintasannya mulai saat berangkat dari Lodaya sampai finish lagi di Lodaya.

Perkiraan jarak menurut Google Earth :

29 July 2008

Lintas Ciwastra

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Lintasan :

Jarak Tempuh :

20 July 2008

Dago Pakar 01

Kategori Postingan : 13_kunjungan, 24_komunita, 16_my_Astroz

Mumpung senggang jadi bisa sepedaan. Start dari Lapang Lodaya - Burangrang - Gatsu - Simpang Lima - Sunda - Sumbawa - Aceh - Seram - Ambon - Seram - Riau/Martadinata - Trunojoyo - Maulana Yusuf - Diponegoro - Dago/Juanda - Terminal Dago - Dago Bengkok - Bukit Pakar Timur - Goa Belanda (fisnish). Menurut Google Earth sekitar 12,514.75 meter.

Rencananya mau diterusin ke utara atau ke atas, tapi gak jadi. Tapi kalau mau lihat petanya silahkan click link dari Bayu Wahyudi Multiply berikut. Disini perlunya leader atau pemimpin rombongan. Leader harus punya minimal 3 kemampuan atau kompetensi. Harus selalu di depan dengan dukungan fisik yang baik, khususnya di route tanjakan. Harus hapal route atau jalur yang akan dilalui. Dan yang paling penting adalah mengorganisir akomodasi, alias yang mbayarin kalau jajan makan & minum, termasuk toilet juga. Sebagai biker pemula di komunitas baru ini, saya gimana leader aja. Makan hayuk, jalan hayuk, nanjak hayuk, nuntun sepeda hayuk, yang pasti jangan sampai terletak dipaling belakang, nanti ngrepoti leader, karena harus tunggu sampai anggota terakhir berjalan. Yang paling enak apabila kemampuan serta daya genjot, kondisi sepeda pada kisaran rata-rata. Sehingga kecepatan serta timing yang direncanakan akan terlalui dengan baik.
Makan apa yang enak habis bersepeda ?? Ternyata sop kambing sangat cocok untuk kondisi dimana fisik terkuras, sehingga usai sop kambing disantap, kondisi fisik sudah kembali segar untuk segera diistirahatkan.

11 July 2008

Lampu Helm

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Kalau bersepeda di tempat gelap atau pencahayaan minim diperlukan lampu-lampu yang punya fungsi sebagai sign atau tanda. Ada dua pilihan, yaitu lampu aktif dengan sumber cahaya dari sumber energi baterai dan penggeraknya, dan lampu pasif yang disebut juga reflektor atau pemantul. Lampu aktif ditenagai oleh baterai (sel kering dan rechargeable) atau kayak sepeda dulu, pakai dinamo dengan kumparan magnet yang digerakkan oleh putaran roda depan. Untuk reflektor dipakai hanya sebagai sign atau tanda, karena sangat tergantung dari sinar yang datang mengenai reflektor kita. Lampu aktif yang bagus ditenagai oleh baterai Lithium rechargeable, seperti pada produk Topeak. Atau pakai helm biasa ditambahi lampu ?? Karena kalau lampunya dipasang di setang, manfaat hanya untuk sepeda, tapi kalau di helm, bisa dipakai saat PLN memadamkan listrik bergilirnya itu. Bisa buat jaga-jaga.

7 July 2008

Trek ByPass Antapani

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Kali ini mencoba trek yang telah kusiapkan beberapa waktu yang lalu.
Jalur berangkat :
Karawitan - belok kanan - jalan tembusan baru - Guntursari Wetan - ke kiri komplek Jati Indah Raya - keluar Jl. Batu Kencana dekat Gedung Ristra, terus sampai sebelum Gading Regency - belok kiri - lewat jalur KA - Komplek Parakan Mas - Parakan Saat - Cibodas Raya - Depan PDAM - Masjid belok kiri - Purwakarta - Ters. Jakarta - Finish IM.

Dengan jarak :

Jalur pulang :
Start IM - Jl. Kircon - naik ke atas flyover Kircon - Sekejati - byPass - Nyebrang ke kanan - Ters. Kircon - pertigaan ke kiri - serong kanan ke Pasar Kordon - belok kiri - depan SPBU - balik kanan - masuk byPass - belok kiri ke Batu Kencana - Jati Indah Raya - Guntursari Wetan - Karawitan - Finish. Jaraknya :

Bagian yang penting adalah byPass - Jakarta, karena merupakan rute baru. Ini link terkait yang memuat GE antara byPass - IM.

23 June 2008

Sepeda Santai Koperasi

Kategori Postingan : 21_publika, 33_terawang, 16_my_Astroz

Akan digelar sepeda santai Hari Koperasi pada Minggu, 29 Juni 2008, jam 07.00 wib, start di ByPass. Berikut kutipannya.
——————————————————————————————————————-
Gebyar Sepeda Santai Koperasi

Lokasi Funbike : Start : Gedung Senbik, Jl Soekarno Hatta No. 279 C, Bandung. Finish : Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jl Dipati Ukur, Bandung. Hari,Tanggal : Minggu, 29 Juni 2008, Waktu : 07.00 - selesai, Biaya : Rp.30.000 (Include t-shirt).
Tempat Pendaftaran : Gedung senbil, JL. Soekarno hatta no. 279 C Bandung ; Puskopad “A” Dam III/Slw , JL. Gudang Selatan no. 2 Bandung
Stadion Siliwangi JL. Ambon No. 10 Bandung ;
Informasi/Komentar :
Memperingati HUT Koperasi ke 61 thn 2008,
Sebagai media dlm membangun jiwa kebersamaan, kekeluargaan, sportivitas, dan gotong royong
Sebagai media promosi bagi gerakan Koperasi Jawa Barat
Membuka wacana masyarakat luas terhadap gerakan Koperasi di Jawa Barat
——————————————————————————————————————-
Jadwal berikutnya tentang Sepeda Santai yaitu di MTC byPass pada Minggu, 24 Agustus 2008. Sumber : http://www.polygoncycle.com

13 June 2008

Membuat Stiker 02

Kategori Postingan : 15_gagas, 16_my_Astroz


Stiker ini saya peruntukkan untuk tempelan di Astroz. Tapi ini masih dalam taraf desain, karena belum ditempel.

11 June 2008

Membuat Stiker 01

Kategori Postingan : 15_gagas, 16_my_Astroz

Membuat stiker sekarang ini tidak sesulit saat aku kuliah dulu. Dulu teman kuliahku sangat bangga kalau bisa membuat stiker dengan desain sendiri. Permasalahan waktu itu adalah bagaimana membuat kertas yang berperekat, karena belum ada produksi secara masal waktu itu. Kertas yang berperekat tadi dibuat sendiri - kala itu - dengan cara tertentu dengan ramuan secara kimiawi atau dengan lem tertentu. Yang pasti saya gak bisa bikin saat itu. Kalau sekarang masalah media cetak sangat beragam mulai dari kertas dengan kepadatan rendah sampai kertas mengkilap licin seperti kertas foto. Selain media datar juga ada media non-datar, misal pada mug atau gelas. Media kertas berperekat atau stiker ini kalau beli di IBCC ada yang isi 20 lembar seharga Rp. 30,000,-. Ada juga yang lebih murah tapi belinya harus banyak yaitu media stiker yang ukuran asli dari pabrik, baru dipotong-potong menjadi ukuran A4 atau Folio.
Yang paling susah adalah menentukan gambar atau teks apa yang akan dibikin stiker. Ini akan sangat berhubungan dengan bentuk atau bagian yang nantinya akan ditempeli stiker. Motif lingkaran seperti logo B2W cocok untuk segala permukaan, tapi teks alamat blog ini misalnya harus tertampil secara horisontal alias mendatar. Beda lagi untuk tegak atau vertikal, ini harus motif yang tegak pula. Motif tatto atau sign lalu lintas kayaknya menarik untuk dijadikan isi dari tampilan stiker ini.

Gambar diatas diambil dari www.shutterstock.com

29 May 2008

SadelPack Kring

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

CatEye Spion Mirror

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Sesuai rencana meski harus diperkecil diameter selongsongnya akhirnya spion ini masuk juga ke rongga setang sebelah kanan. Ketika beli saya tanya ke penjualnya, jawabnya : “pasti bisa masuk karena sudah standart”. Tapi itu adalah jawaban penjual, asal njeplak alias asal bunyi alias asbun. Ketika saat dipasang tidak bisa langsung klop terpasang maka modifikasi perlu sekali, diraut dengan cutter sehingga baru bisa masuk. Karet handle setang yang kanan juga harus dipapras supaya lobangnya terlihat dan tempat masuknya spion jadi lebih mudah. Akhirnya terpasang juga. Apa target aksesories berikutnya, kayaknya bel sepeda bunyi kring-kring dan tas-sadel. Fungsi bel sudah jelas sebagai pengganti kalimat “Punten, bade ngaliwat”. Tas sadel nantinya akan ditempati oleh oli, kunci L, sekrup, obeng kecil, duit, ponsel, kamdig, dan lainnya. Kayaknya akan lebih praktis bila bersepeda tanpa tas backpack, karena peralatan pendukung disimpan di tas sadel ini.

26 May 2008

VideoBikeToGraphy 3

Kategori Postingan : 12_gadget, 16_my_Astroz

Dengan klem seperti pada klem pipa & gantungan helm untuk motor, maka jadilan standup untuk Kamera ini. Fungsi klem pipa adalah melekatkan pada setang supaya kokoh. Dan fungsi gantungan helm adalah ulirnya yang nantinya akan dijodohkan dengan ulir yang ada di bagian bawah bodi kamera digital saya.

Sehingga kalau dipasangkan kameranya dan bantuan spion CatEye maka nampak seperti ini.

Nampak pada spion, kamera L730 saya tertancap kuat pada uliran gantungan helm untuk motor. Dan, Jumat pagi telah di test drive, cukup bagus dan tidak bergeser sedikitpun. Ketika jalanan mulus maka video tertampil mulus, pas jalannya tidak rata maka tampilan videonya bergetar. Dari sisi target sudah tercapai dan tinggal dipakai pada saat yang tepat. Kapan saat itu ? Yaitu saat melintasi daerah baru, jalur yang belum pernah dilewati. Nanti saja.

23 May 2008

VideoBikeToGraphy 2

Kategori Postingan : 12_gadget, 15_gagas, 16_my_Astroz

Ini adalah upaya kedua supaya pada setang Astroz-ku bisa ditempatkan kamera digital atau video camera, dengan skrup pada bagian bawah bodi kamdig/camera video. Upaya yang pertama adalah menggunakan tripod dengan kaki-kaki yang lentur mengikat pada setang. Kendalanya adalah ternyata tidak stabil alias goyang-goyang sehingga tidak optimal mengcapture gambar. Alat dan bahan yang diperlukan adalah klem yang menghubungkan kawat berulir yang semoga cocok dan bisa masuk ke skrup bodi bawah kamera-ku. Permasalahannya adalah memang rada spekulasi mengingat saat beli ini komponen pada kondisi kamera digital tidak terbawa, semoga saja bisa cocok & klop.
Dandanan Astroz lainnya adalah penggunaan mirror alias kaca spion yang kupasang pada setang sisi kanan, nantinya. Tampilan CatEye BM-300G ini rada ‘ringkih’ tapi semoga bisa awet. Apa yang membedakan hobby sepeda dengan sepeda motor terkait harga aksesoriesnya ? Ternyata harga aksesories sepeda lebih mahal. Spion untuk motor bebek hanya Rp. 20,000,- sepasang, spion CatEye tadi Rp. 37,000,-/satu buah.

Atau aku salah toko ? Yang pasti saya salah toko, jangan beli di toko sepeda di Otista deket Tegalega, kecuali bawa uang yang banyak. Ciri khas toko yang menarik adalah banyak pengunjung dan banyak alternatif pilihan kualiatas serta harga. Juga beli pelumas rantai Finish Line Wet Lubricant Cross Country warna hijau 60 ml Rp. 40,000,-. Padahal di Borma Antapani, kalau mau pakai oli rantai motor, Rp. 40,000,- bisa dapat 3 kalinya. Terus, siapa yang kasih saran saya agar ke toko Otista itu ? Ada yang mengatakan, kalau di Otista lebih murah. Pertanyaan berikutnya adalah apakah di Otista ada toko sepeda selain yang saya kunjungi kemarin itu. Kalau ada berarti saya salah toko. Karena dikatakan oleh stafnya, “Disini jual merek”. “Jual Merek”, sebuah kebanggaan atau ketidaktahuan. Karena mereka yang tahu pasti paham detail spesifikasi & fungsi, bukan merek. Kalau fokus ke merek berarti mereka tidak memperhatikan detail produk, asal Shimano, asal CatEye, asal Topeak, asal Zefal, asal Polygon, asal Kano, dll. Apakah ada pembaca yang pernah membandingkan harga-harga aksesories atau sepedanya sekalian antara toko sepeda yang saya kunjungi itu (Otista) dengan deretan toko sepeda yang ada di sekitar Kosambi-Simpang Lima ? Kayaknya murah di Kosambi, kalau dilihat frekuensi kunjungan pembeli yang sering saya amati sewaktu melintas di depan toko sepeda di Kosambi tadi. Apakah akan kembali belanja ke Otista ?

6 May 2008

Mud Cover

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Mud cover adalah pelindung lumpur atau percikan air saat sepeda melaju, umumnya ditempatkan didepan dan belakang ban sepeda kita. Disebut juga Shockboard Fender. Hal yang menjengkelkan manakala hujan sudah reda sehingga tanpa jas hujan melaju di jalanan, tapi masih banyak tersisa bekas hujan sebelumnya. Berkas ban belakang menapak jelas di bagian backpak atau jaket belakang. Dan bekas percikan roda belakang ini susah dibersihkan.


Aksesoris yang asli alias yang high kualiti salah satunya dari Topeak

Bertahap Astroz akan berbenah diri dengan berbagai aksesories, kayaknya kaca spion penting juga.

28 April 2008

Astroz di Google

Kategori Postingan : 11_internet, 16_my_Astroz

Iseng saja mencoba mencari Polygon Astroz, ternyata blogku dengan keyword astroz nangkring di peringkat 3 besar. Malahan web site para pesepeda yaitu www.sepedaku.com malah dibawah yosnex.blogsome.com. Mengapa bisa begitu ? Jawabannya cuman satu yaitu rajin update.

24 April 2008

Kendala B2W

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Kendala bersepeda secara klasik adalah kondisi fisik, bila kondisi fisik kurang fit atau kurang sehat menjadikan masalah yang harus diperhatikan. Masalah kurang tidur juga harus diperhatikan karena konsentrasi di jalanan sangat bergantung dari adaptasi reflek diri kita. Sakit yang ringan, seperti batuk & flu, alasan relatif, kenapa relatif, kalau di buat badminton, batuk & flu masih bisa di lawan. Beberapa hari yang lalu, saat kondisi batuk saya masih enjoy bersepeda. Kendala kedua adalah hujan yang mengakibatkan ‘kekhawatiran’ akan kotornya pakaian. Ini terkait dengan sholat, di satu sisi, dan malas membawa gembolan pakaian ganti di tas. Dua sisi ekses yang mengganggu. Hujan juga mengganggu jarak pandang & kemungkinan licin akibat jalan bercampur air & tanah. Hujan juga menjadikan fungsi pengereman menjadi kurang optimal, karena saya belum menggunakan disk-brake. Tapi kendala yang paling mengganggu, meski ini adalah tujuan utama bersepeda, adalah target harus sampai di tempat tujuan pada jam tertentu alias tidak boleh terlambat. Kendala yang masih belum saya alami adalah perlunya lampu pada perjalanan malam hari. Ini penting manakala nantinya saya harus banyak melakukan perjalanan di malam hari.
Bagaimana kendala tadi bisa diminimalkan ? Kondisi fisik adalah ‘bawaan’ yang agak susah di kendalikan. Bisa diatasi salah satunya dengan istirahat cukup & semangat, jangan lupa sarapan pagi yang cukup. Saat pagi akan berangkat harus sarapan, kalau enggak sempat sarapan di rumah, harus menyempatkan beli di jalan. Memasang penutup mulut anti polusi juga upaya mengurangi resiko batuk. Pakaian kotor karena hujan, bisa diatasi dengan jas hujan full-face-all artinya semua terbungkus jas hujan, meski keleluasaan gerak menjadi terhambat. Pemasangan tutup ban atau mud-guard di roda depan & belakang akan meminimalkan resiko terpercik lumpur baik dari roda depan maupun belakang. Menggunakan rem disk-brake disarankan meski untuk saat ini belum waktu yang tepat. Bagaimana kalau takut terlambat, maka berangkat lebih pagi adalah pilihan bijak, meski bisa juga pakai jurus ngebut, meski berisiko kepada napas & dengkul. Lampu bisa dianggarkan, dengan alternatif stiker scott-light warna-warna terang menyala kayak stabillo. Bisa berupa jaket atau rompi dengan warna stabillo tadi.
Aksesories bersepeda lainnya adalah bersifat optional. Pemasangan bel sepeda dan kaca spion merupakan target berikutnya. Baru memikirkan baju jersey, celana jersey, boncengan ringan 5kg, helm sepeda, kupluk (pengganti topi), kaos tangan, backpack (kalau ini kayaknya enggak krn sudah pakai westpak-laptop-ramping yg memang untuk bersepeda, kalau lihat gambar di tasnya), dll.

23 April 2008

Cikapayang #2

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Perjalanan kali ini adalah rute terjauh yang pernah kutempuh, untuk seorang pemula. Total 3 etape sejauh 17.484 meter. Ada tiga etape.

Etape 1 : Start - Kliningan - Buah Batu - Gurame - Karapitan - Simpang Lima - Sunda - Sumbawa - Sulawesi - Seram - Martadinata - belok kanan ke atas - Juanda - lurus - Cikapayang.
Etape 2 : Cikapayang - Siliwangi - Sabuga - Siliwangi
Etape 3 : Siliwangi - Cihampelas - WastuKencana - Martadinata - Merdeka - Lembong - Veteran - Katapang - Burangrang - Talaga Bodas - Palasari - Lodaya - Martanegara - Gamelan - Finish.

18 April 2008

Tag B2W

Kategori Postingan : 24_komunita, 16_my_Astroz

Dengan mendaftar di situs B2W berarti aku sudah menggabungkan diri dengan komunitas Pekerja Bersepeda, dan dari beberapa forum yang saya baca di B2W Indonesia, maka aku sudah boleh memakai tag B2W sebagai identitas bahwa aku anggota dari B2W Indonesia. Tentang keaktifan itu masalah nanti, yang penting identitas saya tercatat di database B2W. Siapa tahu nanti ada subsidi accesories bagi pengguna sepeda alias B2W yang terdaftar secara resmi. Masalah kegiatan komunitas ini di Bandung, setahu saya dari internet adalah disekitar flyover Cikapayang Dago. Mau bergabung atau ber-B2W sendirian itu masalah nanti, yang penting tag B2W sudah melekat di punggung rangselku. Sebagai pertanda bahwa saya pengguna sepeda yang beraktivitas ke tempat kerja.

17 April 2008

MBI & B2W

Kategori Postingan : 11_internet, 24_komunita, 16_my_Astroz

Setelah lama tidak aktif diberbagai forum diskusi alias milist, dengan alasan klasik, yaitu milist itu eksklusif dan tidak bisa diakses secara bebas, maka minggu kemarin, saya ikutan 2 milist sekaligus. Keduanya ada kaitan dengan keberadaan saya, khususnya dibidang hobby olah raga.

MBI atau Masyarakat Bulutangkis Indonesia adalah komunitas pengguna internet (netter) & penggemar bulutangkis. Istilah bulutangkis dalam komunitas ini disingkat bultang, sebagai penciri khas komunitas ini. Di MBI saya diundang alias diajak untuk main bultang bareng-bareng. Pertanyaan yang belum terjawab adalah bagaimana mereka tahu kalau aku penggemar bulutangkis, dan darimana tahu email serta YM saya. Tapi itu bisa di Google, dan kayaknya ditemukannya saya karena ada identitas jelas. Mainnya di GOR Wartawan, kebetulan dekat rumah. Dan jadwalnya pada Jumat 20.00-23.00 merupakan waktu yang tepat karena tidak ada kegiatan. Meski Kamis sebelumnya juga main di PB KMJ. Yang penting GOR dekat dan ada waktu luang, meski kondisi fisik hanya 75% saja, karena jadwalnya berbarengan dengan jadwal MyAstroz. Anggota MBI terdaftar pada web site www.bulutangkis.com dan milist di http://sports.groups.yahoo.com/group/badminton-indonesia/. Jadinya aku mendaftarkan diri di dua web site, satunya www.bulutangkis.com, dan sudah posting tulisan, dan satunya di milist, tapi belum posting tulisan, karena sering susah dibuka/akses.

Komunitas satunya lagi terkait dengan hobby baru ber-MTB alias Bike to Work. Sebenarnya bukan meniatkan setiap hari bersepeda ke tempat kerja, tapi kalaupun nanti harus setiap hari bersepeda, itu bukan menjadi kendala berarti. Saat ini baru dua hari dalam seminggu yang saya niatkan untuk bersepeda, dengan pertimbangan saat pulang pada hari tsb sebelum jam 19.00 dari Kampus. Memang harus dicoba juga bersepeda malam hari demi sebuah pencapaian pengalaman dalam bersepeda. Khususnya mengantisipasi segala kemungkinan terkait dengan aktivitas bersepeda saya, di masa mendatang. Lagian siapa tahu ada yang ngajak saya touring, pas nantinya kalau fisik keteteran kan bikin malu. Artinya fisik tetap terkondisikan untuk pencapaian segala medan, meski saat ini kubatasi medannya adalah jalan rata di perkotaan, atau jalan tanah yang sudut kemiringannya kurang dari 30 derajat.

MBI bila diversuskan dengan B2W, apa yang bisa dibandingkan. Web sitenya jelas keren B2W, forum milistnya juga keren B2W. Web site BultangMania.com juga masih belum final, milisnya ikutan di yahoogroup, terkesan tradisionil. Tidak bisa memposting foto, smiley, atau lainnya. Masalah dokumemtasi postingan antara keduanya, saya pikir cukup berimbang, karena anggota-nya sudah cukup banyak yang posting tulisan. Apa tujuan utama saya mendaftar di B2W ? Semata-mata hanya karena saya netter & punya sepeda yg saya gunakan ke kampus. Apa ada maksud untuk membuat tag B2W ? Itu juga termasuk tujuan saya juga. MBI unggul dalam aktifitas off-line, karena saya sudah main bareng dengan MBI-er. Sedangkan di B2W saya masih dalam taraf mendaftar alias anggota pasif. Dan, MBI & B2W, mempunyai kegiatan sama-sama Hari Jumat. Bedanya kalau B2W, di Jumat Sore, 16.00-an, tempat di Cikapayang, bawah Fly-Over. Dan, MBI di Jumat Malam, 20.00-an, tempat di GOR Wartawan. Kalau disuruh milih, asal kondisi fit, tentu saja ikutan main bulutangkis saja dg MBI di GOR Wartawan. Tapi tetap dengan status Undangan, bila yang mengajak saya atau yang kenal dengan saya tidak hadir, maka dengan sangat ikhlas saya harus menjadi penonton yang baik. Sebuah komitmen.

Kalau saya bisa menyatukan atau mengkomunikasikan 2 (dua) komunitas tadi dan bisa terjadi ko-laborasi, maka level capaian saya menurut David Siegel,1999 sudah masuk pengguna internet yang Expert. Berikut kutipannya, saya kutip dari e-Commerce, Perdagangan Berbasis Internet, halaman 10

================================================================

Tahap Expert (Ahli)

Bagi mereka yang telah sukses menyelenggarakan bisnis melalui dunia maya, tahapan selanjutnya adalah berusaha melakukan kolaborasi dengan para mitra usaha secara elektronis. Kerjasama tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai dengan tujuan objektif yang ingin diraih, mulai dari joint marketing sampai dengan strategic alliance. Tujuannya biasanya beragam, seperti :
- Menciptakan produk atau jasa yang baru dan unik bagi calon konsumen;
- Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya;
- Mempercepat pelayanan dengan menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan distributornya;
- Memudahkan proses pembayaran;
- Meningkatkan kualitas customer service, dan sebagainya.

Intinya adalah bahwa perusahaan telah melakukan interkoneksi secara elektronik dengan mitra usahanya. Di sinilah konsep intranet dan ekstranet mulai digabungkan dengan backbone internet untuk membentuk suatu jaringan yang lebih besar. Setelah masing masing perusahaan melakukan kolaborasi dengan berbagai perusahaan di dunia maya, dengan semangat “collaboration to compete”, biasanya akan terbentuk jaringan yang lebih besar dan luas, yaitu yang menghubungkan satu konsorsium komunitas dengan lainnya.
Lihatlah bagaimana perusahaan perusahaan kecil, menengah, dan besar di industri otomotif telah membentuk satu konsorsium raksasa di dunia maya yang memudahkan konsumen melakukan transaksi jual beli (penjualan spareparts sampai rancangan mobil khusus) dengan mudah. Tentu saja kompleksitas teknologi informasi yang menghubungkan beberapa situs e Commerce ini cukup tinggi, mengingat harus adanya rancangan yang kokoh agar kinerja sistem dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Akhir dari tahap penguasaan internet adalah di suatu titik, ketika masing masing orang telah memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap komputer dan internet, sehingga secara tidak sadar telah menjadi bagian dari kehidupannya sehari hari (living online)
================================================================

16 April 2008

IM-ByPass-GBage #4

Alternatif jalur kali ini melintasi Antapani. Nampaknya tidak banyak mengandung polusi asap karena jumlah angkot tidak sebanyak KirCon. Rutenya dibagi dua yaitu IM byPass & byPass Derwati. Di mulai dari : IM - Jl. Jakarta - Jl. Ters. Jakarta - serong kanan - Jl. Purwakarta - lurus ke Timur sampai Masjid Baitul Mutaqin - depan Masjid belok kanan masuk Jl. Kuningan - PDAM - ke selatan - Jl. Cibodas Raya - belok kiri ke timur - Jl. Parakan Saat - belok kanan ke selatan - Komplek Parakan Mas - lewat rel KA - sampai Puteraco Gading Regency - byPass.


Dari by Pass bisa di pilih rute Cipamokolan, jadi Rute 4 ini adalah alternatif Rute 2, khususnya dari byPass ke Derwati-nya.

9 April 2008

KebonGedang MaleerIndah

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Jalur ini sebenarnya bukan punya jalur MTB karena sudah sangat sering dan dikenal oleh pe-sepeda-motor yang menghindari per-4-an Gatsu Binong Kircon. Alasannya adalah bila lewat per-4-an tadi harus lurus dulu ke selatan, balik kanan baru ke Binong, kayak jalur angkot 01. Maka jalur KebonGedang MaleerIndah ini adalah alternatif yang lebih singkat khususnya yang akan menuju BSM. Berikut lintasan dari KebonGedang di Kircon menuju MaleerIndah di Gatsu.


Ada jalur yang gagal saya lewati Jumat lalu, selepas lewat JembatanEmpat, lalu Laswi belok kiri masuk ke Seskoad. Harusnya belok kanan, lapor penjaga, bisa nembus Martanegara dekat pom bensin. Tapinya saya malah ke kiri masuk Jl. Turangga. Ya, jadinya rute semakin jauh.

4 April 2008

Jembatan Empat

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Kalau tidak ada halangan dan sesuai rencana, sore nanti akan saya coba rute baru alias rute yang belum pernah saya lewati. Rute yang saya rencanakan adalah rute Jl. Jembatan Empat yang menghubungkan Jl. Kiara Condong dekat Stasiun KirCon dengan Jl. Laswi. Dikarenakan nanti sore harus mengunjungi DNBS, sudah beberapa Jumat ini berhalangan hadir, disamping karena tanggal merah juga ada kesibukan, selain faktor lainnya. Selain lewat Jembatan 4 juga bisa lewat Kebon Gedang terus keluarnya Maleer Indah samping 7-11 Gatsu. Ini GoogleEarth sekitar Jembatan 4.

Sesuai rencana tadi pagi, maka habis Maghrib di DBNS, Astroz kukayuh menuju pulang melalui Babakan Sari 2, masuk ke Jl Jembatan Empat. Jalannya banyak berlubang, kurang disuka bagi kendaraan motor, tapi bagi MTB kayaknya semacam pengujian medan. Jalanan sepi dan kalau lewat diatas jam 21.00 kayaknya sangat dianjurkan untuk dihindari. Saya cuma penasaran karena daerah jembatan empat itu dulunya katanya tempat yang rada angker. Pernah ditemukan kasus penampakan makhluk halus, khususnya saat saat dulu. Sekarang saja juga masih kelihatan aroma sepinya apalagi jaman dulu saat penduduk Bandung masih sedikit. Banyak rumah yang saya lewati tidak menyalakan lampu, apakah tidak dihuni atau memang sengaja tidak dinyalakan. Lain kali apalah akan melintas jalan ini lagi ? Kalau siang hari kayaknya bisa dan masih menarik, tapi kalau malam hari diatas jam 21.00 sebaiknya memutar jalur saja.

2 April 2008

IM-ByPass-GBage #3

Melengkapi Rute 1 & Rute 2, berikut rancangan Rute 3.

Start : IM - Jl. Jakarta - Jl. Ters. Jakarta - belok kanan - Jl. Babakan Surabaya - Jl. Babakan Sari - ke kiri - masuk ke kanan ke Jl. Kampus 2 - Jl. Kampus 2.A - Jl. Arum Sari - Jl. Mekar Sari - Jl. Randu Sari - Jl. Pratista Barat 8 - Jl. Parakan Saat - kali ini tidak belok kanan (Rute 2) tapi belok kiri -Jl. Cingised Raya - Jl. Trs. Cisaranten Kulon - serong kiri - masih Jl. Trs. Cisaranten Kulon - ada per-4-an - belok kanan - ke arah Selatan - posisi kanan jalan ad. Komplek Guruminda & kiri jalan ad. Komplek Anta Baru. Arah belok kiri masuk Jl. Sumber Sari (arah Timur) - ada Masjid Al Muslih - belok kanan - masih Jl. Sumber Sari - masuk Komplek Anta Baru - terus lewat terowongan byPass - rel KA.

Lanjut melintas byPass lewat bawahnya, masuk ke Jl. Bebedahan - posisi di kiri rel KA - sampai ada jalan melintas rel KA - masuk ke ujung Komplek Riung Bandung Jl. Riung Karya Juang - melewati sisi sawah - belok kiri ke arah Timur - belok kanan ke arah Selatan - Jl. Haji Mulya ke arah Timur - masuk Jl. Gedebage - lurus ke Selatan sampai per-3-an Derwati/Gedebage.


Rute 1, 2 & 3 ukuran 1048x915 px bisa dilihat di Multiply.
Masih adakah Rute ke 4 ? Kayaknya ada, yaitu lewat Antapani (Ters. Jakarta - Kuningan - Cibodas Raya - Cingised - sama Rute 3). Nanti.

29 March 2008

IM-ByPass-GBage #2

Selain rute sebelumnya, juga bisa dicoba rute melalui Cipamokolan. Start : IM - Jl. Jakarta - Jl. Ters. Jakarta - belok kanan - Jl. Babakan Surabaya - Jl. Babakan Sari - ke kiri - masuk ke kanan ke Jl. Kampus 2 - Jl. Kampus 2.A - Jl. Arum Sari - Jl. Mekar Sari - Jl. Randu Sari - Jl. Pratista Barat 8 - Jl. Parakan Saat - belok kanan / selatan - Jl. Parakan Saat - Komplek Parakan Mas - sampai melintasi rel KA - terus ke selatan - tembus di byPass sebelum Gading Regensi atau depan Makro.

Lanjut dengan melintasi byPass ke arah serong kiri/ke timur masuk ke Jl. Parakan Saat 1 - belok kanan - Jl. Ranca Loa - menyusuri Sungai Cipamakolan - ada per-4-an - yg ke kiri ke Riung Bandung. Ruteku ke kanan - lewat Komplek Bumi Asih Jaya & Batu Karang - lurus ke Selatan - belok kiri sedikit - lalu ke kanan - lurus ke Selatan. Ini jalur angkot Ciwastra-Ujung Berung (?). Depan Komplek Rahayu Makmur belok kiri - belok kanan - lurus ke selatan - Derwati - Per-3-an Derwati.

28 March 2008

IM-ByPass-GBage #1

Ada beberapa cara alternatif rute yang bisa ditempuh dari Jl. Jakarta menuju Derwati-GedeBage. Jalan Jakarta adalah perempatan antara Jl. Kiara Condong (Ibrahim Adji) dengan Jl. Jakarta / Jl. Ters. Jakarta. Derwati adalah pertigaan antara Jl. Gedebage-Derwati sebelum melintas tol ke arah selatannya. Rute yang saya rancang ini rute jalan dengan kondisi layak dilewati oleh minimal kendaraan roda dua tak bermotor alias rute MTB.
Ada 2 rute dasar yang menjadi dasar perancangan rute ini, yaitu Jl. Jakarta ke ByPass & ByPass ke Derwati. Perancangan rute ini saya dasarkan atas Peta Jalan Bandung Raya edisi 2004, mungkin saja ada versi terbarunya. Dan nantinya akan kuperkuat dengan Google Earth, khususnya dalam melakukan cek-silang antara peta buku dengan foto satelite Google-Earth.
Rute-rute tsb adalah sbb. :
01.IM - Jl. Jakarta - Jl. Ters. Jakarta - belok kanan - Jl. Babakan Surabaya - Jl. Babakan Sari - Jl. Babakan Sari 2 - belok kiri - Jl. Babakan Sari 3 - serong kanan - melintasi rel KA - ke selatan - Jl. Lemah Hegar Timur - belok kiri - Jl. Ters. PSM - Jl. Cidurian - lurus ke selatan - JL. Ciduran Utara - ke kanan - sampai byPass. Jalur ini ada kelemahannya karena menjauh dari tujuan akhir dan cenderung ke arah selatan lurus, padahal seharusnya harus ke arah Selatan-Timur. Karena ada kelemahan maka tidak kuteruskan.

02.Sama dengan rute 01, cuma saat dari Cidurian tidak lurus tapi ke arah Kiri atau serong ke Timur-Selatan, masuk ke Jl. Kawaluyan (Dungus Nangtung) - belok kanan masuk byPass.

Dari sini ada dua pilihan, mau terus ke selatan masuk Jl. Ranca Bolang atau menyusuri byPass belok ke Komplek Margahayu Raya. Saya teruskan lurus ke selatan, byPass - Jl. Ranca Bolang - lurus - belok kiri atau ke Timur - Jl. Mars Selatan - belok kanan - Jl. Tata Surya - perempatan Jl. Mars Selatan/Jl. Merkuri Selatan/Jl. Tata Surya - masuk Jl. Merkuri Selatan - belok kanan - Jl. Merkuri Selatan 15 - belok kiri - masuk Jl. Manjah Lega - ke kanan/selatan - ke kiri - Jl. Ranca Sawo - lurus selatan - masuk Derwati - ke arah timur sampai simpang Derwati-Sapan-Gedebage.

27 March 2008

Mogok Angkot

Kategori Postingan : 21_publika, 16_my_Astroz

Rabu kemarin, Angkot di Kota Bandung, hampir semua, melakukan demo dengan sejumlah tuntutan & mogok beroperasi. Siapa dan bagaimana para pengguna angkot menyiasati kejadian ini ?
1.Saya sendiri, terpaksa naik Astroz, dengan rute seperti biasa. Saat berangkat dan pulang, lewat perlintasan KA. Saat terbaik bagi Astroz-er adalah saat palang pintu KA ditutup, tapi KA masih jauh, maka kutuntun Astroz dan melintas dengan tenang. Saat itu jalanan di depan lengang dan dengan kecepatan penuh ‘menguasai’ jalanan sekitar 1 menit atau 200 meter ke depan. Saat pulang juga demikian. Jadi ‘best moment’ adalah saat pintu KA tertutup dan semua kendaraan terhenti, maka disitulah kedigjayaan Astroz-er. Bila tak ada Astroz, kondisi terburuk adalah ‘jalan-kaki’, jalan kaki adalah ‘kendaraan’ paling sederhana.
2.Orang rumah, pada pakai alternatif kendaraan. Ada yang nge-becak, nebeng motor, nge-taksi atau nebeng mobil temen. Yang pasti aktivitas keluar rumah gak boleh terganggu, gara-gara angkot mogok. Penambahan anggaran merupakan sesuatu yang sangat dimaklumi. Penambahan porsi latihan penguatan otot-kaki gara-gara harus jalan kaki adalah sesuatu yang harus dinikmati.
3.Temen kantor, selain masih bisa pakai bis kota, ternyata masih harus dikombinasikan dengan ojek. Ojek memang paling masuk akal penetrasinya mengingat fleksibilitas jalur yang bisa di tempuh. Ojek tak hanya sebatas internal-komplek perumahan seperti sebelumnya, alias antar-rumah-dalam-komplek (ARDK), tapi keluar komplek menjadi antar-komplek-dalam-kota (AKDK).

Tapi selain para pengguna angkot yang nge-dumel, ternyata banyak juga yang bersuka-cita dengan mogoknya angkot ini. Siapa mereka ?
1.Pengguna kendaraan pribadi. Motor & mobil adalah saingan terbesar pengguna jalanan bagi angkot. Ketika angkot tidak ada, maka jalanan lengang dan perjalanan sangat lancar. Kenikmatan berkendara manakala kuantitas pengguna jalan raya berkurang dari posisi terpadat pada suatu waktu tertentu. Salah satunya adalah saat angkot ‘berhenti’ jalan.
2.Jasa angkutan alternatif. Ojek adalah yang paling ‘marema’ alias panen. Lalu, angkutan Taksi juga meningkat pendapatannya. Kendaraan lain seperti kereta-kuda atau delman, nampaknya tidak terlalu siginifikan peran sertanya.

Bagaimana dengan sopir angkot yang mogok angkot ? Mogok angkot tidak identik dengan mogok kerja alias tidak berpenghasilan. Perkiraan publik selama ini apabila angkot mogok maka sopir angkot juga mogok kerja. Itu tidak semua benar. Karena ada beberapa sopir angkot yang ‘alih-profesi’ menjadi peng-ojek. Dengan memanfaatkan peluang baik ini, sopir-ngojek ini menempatkan dirinya pada dual-advantage alias dua keuntungan yang diperoleh, yaitu solidaritas sesama sopir angkot untuk mogok dan penghasilan tetap ada, bahkan ‘marema’ juga. Ngangkot sejam paling dapat 15.000-an, tapi ngojek dapat dua orang bisa 20.000-an. Sebuah ide yang patut dijadikan bahan kajian, ternyata sopir angkot juga punya strategi dual-advantage alias keuntungan-ganda. Kalau seperti ini, maka sopir angkot bisa saja rutin dan terjadwal melakukan mogok, dengan ‘pasang-iklan’ di PR seperti Selasa kemarin itu. Dengan pemasangan informasi di PR sehari sebelumnya, maka warga sudah antisipasi, minimal cari alternatif angkutan & penambahan anggaran. Ternyata sopir angkot yang merangkap pengojek ini menjadi ‘point’ penting strategi kaum marjinal yang selama ini kurang diperhitungkan.

26 March 2008

Polygon Astroz

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Pemilihan Astroz ini didasarkan atas dua pertimbangan dasar yaitu frame alumunium dan suspensi pada fork depan. Tentang komponen lainnya adalah spesifikasi tambahan, semisal speed, groupset, rem, pedal, dll. Dikarenakan sebagai pesepeda pemula yang harus mencari sepeda yang cocok, maka seperti biasa, mengumpulkan informasi via internet adalah hal yang sangat penting. Apa yang akan saya pertimbangkan untuk di beli harus mempunyai spesifikasi yang tertera di internet. Ini menyangkut azas legalitas produk. Dimana kita bisa memperoleh informasi tambahan selain dari produsen juga para pengguna (pemakai) produk ini.
Dari beberapa link di internet bisa didapat keterangan labih lanjut dari Astroz ini :
1.Polygon-nya Malaysia http://www.lerun.com.my/product-mtb26b-9.html
2.Polygon-nya Australia http://www.polygonbikes.com.au/astroz.html
3.Polygon-nya Indonesia http://www.polygoncycle.com/detailbike.php?kode=26
Bagi yang berminat hunting sepeda, buat pemula khususnya merk Polygon, link diatas bisa untuk awal pengumpulan informasi yang disarankan.

25 March 2008

VideoBikeToGraphy

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Pernah terdengar beberapa waktu yang lalu upaya mengkombinasikan hobby fotografi dengan hoby bersepeda. Disebut juga dengan BikeToGraphy. Idenya adalah bagaimana menjangkau posisi tertentu yang agak sulit terjangkau oleh kendaran selain sepeda, misal. di pegunungan, tengah sawah, atau tempat sulit lainnya. Di tempat tsb baru di buka kameranya lalu membuat beberapa foto. Untuk VideoBikeToGraphy masih dalam jenis yang sama cuman bukan hanya foto atau still picture yang di sediakan , tetapi juga video rekaman sepanjang perjalanan.
Apa saja yang diperlukan untuk mendukung VideoBikeToGrapphy ini ? Yang pasti Sepeda, yang saya gunakan adalah Polygon Astroz, Kamera Digital Samsung L730 dengan Video VGA 640x480 30fps dengan memori secukupnya (1 GB), dan tripod di setang sepeda. Ternyata tak semudah yang saya bayangkan untuk menvideokan sepanjang perjalanan, dikarenakan posisi tripod yang sering bergeser sehingga obyek yang terekam menjadi tidak fokus pada arah depan. Kadang ke atas (kena pohon) atau ke bawah (kena roda depan), sehingga perjalanan sering terhenti karena harus membetulkan posisi kamera supaya lurus ke depan (atau tegak). Posisi tripod memang masih bisa disempurnakan dengan menggunakan lak-ban atau perekat yang permanen. Kebetulan tripod yang saya gunakan mempunyai kaki-kaki yang lentur, mudah dibengkokkan dengan tujuan fleksibilitas saat ditempatkan di segala posisi. Tapi dengan resiko - justru - menghadirkan kekurangstabilan. Menggunakan tripod yang fix alias kaki-2-nya yang lurus disarankan asal dengan perekat atau lakban yang memadai atas pergeseran saat digunakan nantinya.

24 March 2008

BikeToCampus

Kategori Postingan : 16_my_Astroz

Selain sepeda, sangat penting diperlukan adanya peta jalan supaya perjalanan bersepeda menjadi nyaman & bisa menentukan rute perjalanan yang terbaik. Rute yang baik adalah rute yang sepi & jalanan mulus. Kenapa yang sepi ? Sepi berarti kemudahan berkendara dengan kecepatan sedang sampai tinggi, disamping mempercepat waktu tempuh. Sepi juga berarti bebas polusi. Sepi juga berarti tersedianya jalur khusus buat sepeda, saat ini saya terpaksa menyalahgunakan trotoar tepi jalan untuk lintasan sepeda bila terdapat antrian kendaraan alias macet. Trotoar juga sering dipakai juga para pengendara motor dan pedagang kaki lima. Jadi bukan para pesepeda saja yang melanggar. Jalanan yang mulus adalah dambaan pesepeda. Jalanan yang mulus adalah dambaan pesepeda, misal di sepanjang Laswi antara GatSu sd belokan ke Jl. Sukabumi. Jalan yang tidak mulus-pun harus di lalui. Pentingnya pemilihan sepeda yang tepat sangat dirasakan disini. Disarankan menggunakan sepeda yang kontruksi framenya adalah alumunium atau bahan yang lebih baik, semisal carbon, titanium, atau lainnya. Selain alasan anti karat, juga membuat bobot sepeda menjadi lebih ringan, dibanding bahan frame dari besi. Ringannya sepeda penting manakala harus di angkat atau digendong saat naik ke trotoar, jembatan atau medan yang tidak rata. Juga saat naik tangga ke lantai atas atau dinaikkan ke mobil untuk menuju ke posisi yang jauh. Pemilihan suspensi depan pada fork atau garpu depan juga dianjurkan, untuk mereduksi atau mengurangi getaran pada setang. Getaran pada setang bisa mengurangi kestabilan berkendara saat melewati jalan berlubang dengan kecepatan sedang sampai tinggi. Dengan suspensi pada fork depan ketika melintasi lubang ataupun polisi tidur-pun tidak akan mengurangi kenyamanan. Disini pentingnya pemilihan sepeda.
Apakah BikeToCampus atau B2C harus tiap hari dilakukan ? Itu sangat tergantung dari stamina fisik. BikeToCampus memungkinkan atau sangat dianjurkan bila kerjaan tidak terlalu mengikat. Alias tidak harus sampai ke kampus jam sekian atau harus ngajar tepat jam sekian. Sangat tepat bila dilaksanakan pada hari dimana kuantitas pekerjaan tidak terlalu padat. Misal saat Jumat atau Sabtu. Hal penting yang harus kuatasi sekarang adalah bagaimana mereduksi barang bawaan di backpack dengan kestabilan atau kenyamanan bersepeda. Backpack yang berat, jelas tidak nyaman saat melalui medan yang membutuhkan keseimbangan. Harus ada kompromi, saat mana backpack berkurang bebannya disitulah saatnya bersepeda. Harus ada pengorbanan salah satu. Untuk mengajar memang tidak harus menggunakan laptop, dan laptop memang komponen terberat isi backpack saya. Dan mengurangi ketergantungan akan laptop juga perlu dipikirkan. Kalau mengganti laptop bukan solusi bijak mengingat itu akan mengakibatkan pekerjaan bermula dari awal lagi. Jadi ringankan kayuhan, kurangi backpack lalu melajulah, semoga kesehatan badan tetap terjaga. Untuk perbandingan ini ada link untuk rute yang pernah saya tempuh dulu

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com