Setelah lama tidak aktif diberbagai forum diskusi alias milist, dengan alasan klasik, yaitu milist itu eksklusif dan tidak bisa diakses secara bebas, maka minggu kemarin, saya ikutan 2 milist sekaligus. Keduanya ada kaitan dengan keberadaan saya, khususnya dibidang hobby olah raga.
MBI atau Masyarakat Bulutangkis Indonesia adalah komunitas pengguna internet (netter) & penggemar bulutangkis. Istilah bulutangkis dalam komunitas ini disingkat bultang, sebagai penciri khas komunitas ini. Di MBI saya diundang alias diajak untuk main bultang bareng-bareng. Pertanyaan yang belum terjawab adalah bagaimana mereka tahu kalau aku penggemar bulutangkis, dan darimana tahu email serta YM saya. Tapi itu bisa di Google, dan kayaknya ditemukannya saya karena ada identitas jelas. Mainnya di GOR Wartawan, kebetulan dekat rumah. Dan jadwalnya pada Jumat 20.00-23.00 merupakan waktu yang tepat karena tidak ada kegiatan. Meski Kamis sebelumnya juga main di PB KMJ. Yang penting GOR dekat dan ada waktu luang, meski kondisi fisik hanya 75% saja, karena jadwalnya berbarengan dengan jadwal MyAstroz. Anggota MBI terdaftar pada web site www.bulutangkis.com dan milist di http://sports.groups.yahoo.com/group/badminton-indonesia/. Jadinya aku mendaftarkan diri di dua web site, satunya www.bulutangkis.com, dan sudah posting tulisan, dan satunya di milist, tapi belum posting tulisan, karena sering susah dibuka/akses.

Komunitas satunya lagi terkait dengan hobby baru ber-MTB alias Bike to Work. Sebenarnya bukan meniatkan setiap hari bersepeda ke tempat kerja, tapi kalaupun nanti harus setiap hari bersepeda, itu bukan menjadi kendala berarti. Saat ini baru dua hari dalam seminggu yang saya niatkan untuk bersepeda, dengan pertimbangan saat pulang pada hari tsb sebelum jam 19.00 dari Kampus. Memang harus dicoba juga bersepeda malam hari demi sebuah pencapaian pengalaman dalam bersepeda. Khususnya mengantisipasi segala kemungkinan terkait dengan aktivitas bersepeda saya, di masa mendatang. Lagian siapa tahu ada yang ngajak saya touring, pas nantinya kalau fisik keteteran kan bikin malu. Artinya fisik tetap terkondisikan untuk pencapaian segala medan, meski saat ini kubatasi medannya adalah jalan rata di perkotaan, atau jalan tanah yang sudut kemiringannya kurang dari 30 derajat.

MBI bila diversuskan dengan B2W, apa yang bisa dibandingkan. Web sitenya jelas keren B2W, forum milistnya juga keren B2W. Web site BultangMania.com juga masih belum final, milisnya ikutan di yahoogroup, terkesan tradisionil. Tidak bisa memposting foto, smiley, atau lainnya. Masalah dokumemtasi postingan antara keduanya, saya pikir cukup berimbang, karena anggota-nya sudah cukup banyak yang posting tulisan. Apa tujuan utama saya mendaftar di B2W ? Semata-mata hanya karena saya netter & punya sepeda yg saya gunakan ke kampus. Apa ada maksud untuk membuat tag B2W ? Itu juga termasuk tujuan saya juga. MBI unggul dalam aktifitas off-line, karena saya sudah main bareng dengan MBI-er. Sedangkan di B2W saya masih dalam taraf mendaftar alias anggota pasif. Dan, MBI & B2W, mempunyai kegiatan sama-sama Hari Jumat. Bedanya kalau B2W, di Jumat Sore, 16.00-an, tempat di Cikapayang, bawah Fly-Over. Dan, MBI di Jumat Malam, 20.00-an, tempat di GOR Wartawan. Kalau disuruh milih, asal kondisi fit, tentu saja ikutan main bulutangkis saja dg MBI di GOR Wartawan. Tapi tetap dengan status Undangan, bila yang mengajak saya atau yang kenal dengan saya tidak hadir, maka dengan sangat ikhlas saya harus menjadi penonton yang baik. Sebuah komitmen.
Kalau saya bisa menyatukan atau mengkomunikasikan 2 (dua) komunitas tadi dan bisa terjadi ko-laborasi, maka level capaian saya menurut David Siegel,1999 sudah masuk pengguna internet yang Expert. Berikut kutipannya, saya kutip dari e-Commerce, Perdagangan Berbasis Internet, halaman 10
================================================================

Tahap Expert (Ahli)
Bagi mereka yang telah sukses menyelenggarakan bisnis melalui dunia maya, tahapan selanjutnya adalah berusaha melakukan kolaborasi dengan para mitra usaha secara elektronis. Kerjasama tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai dengan tujuan objektif yang ingin diraih, mulai dari joint marketing sampai dengan strategic alliance. Tujuannya biasanya beragam, seperti :
- Menciptakan produk atau jasa yang baru dan unik bagi calon konsumen;
- Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya;
- Mempercepat pelayanan dengan menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan distributornya;
- Memudahkan proses pembayaran;
- Meningkatkan kualitas customer service, dan sebagainya.
Intinya adalah bahwa perusahaan telah melakukan interkoneksi secara elektronik dengan mitra usahanya. Di sinilah konsep intranet dan ekstranet mulai digabungkan dengan backbone internet untuk membentuk suatu jaringan yang lebih besar. Setelah masing masing perusahaan melakukan kolaborasi dengan berbagai perusahaan di dunia maya, dengan semangat “collaboration to compete”, biasanya akan terbentuk jaringan yang lebih besar dan luas, yaitu yang menghubungkan satu konsorsium komunitas dengan lainnya.
Lihatlah bagaimana perusahaan perusahaan kecil, menengah, dan besar di industri otomotif telah membentuk satu konsorsium raksasa di dunia maya yang memudahkan konsumen melakukan transaksi jual beli (penjualan spareparts sampai rancangan mobil khusus) dengan mudah. Tentu saja kompleksitas teknologi informasi yang menghubungkan beberapa situs e Commerce ini cukup tinggi, mengingat harus adanya rancangan yang kokoh agar kinerja sistem dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Akhir dari tahap penguasaan internet adalah di suatu titik, ketika masing masing orang telah memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap komputer dan internet, sehingga secara tidak sadar telah menjadi bagian dari kehidupannya sehari hari (living online)
================================================================