yosnex

16 September 2008

BukaBersamaTHR

Kategori Postingan : 14_senggang, 33_terawang

Adalah dua hal inilah yang membedakan antara bulan September 2008 ini dengan bulan sebelumnya. Sejauhmana kita terkenal atau seseleb yang bagaimana kita dikenal, bisa diukur salah satunya dengan frekuensi diundangnya seseorang dalam rangka buka bersama. Itu untuk buka bersama yang terkait dengan popularitas seseorang. Kalau untuk yang biasa-biasa saja atau awam seperti saya, buka bersama dengan fasilitas menengah ke atas bukan suatu hal yang lazim. Bahkan bisa dikatakan sangat jarang. Bahkan tidak pernah ada undangan buka bersama yang gratis, kalau buka bersama yang bayar dewe-dewe pernah sekali. Mengapa buka bersama sampai gak sempat ? Karena saat jam buka bersama saya masih ngantor alias berbuka dengan temen kerja kantor saya. Sebuah resiko yang harus saya jalani dengan tidak mengurangi kenikmatan beribadah puasa. Yang saya inginkan saat ini adalah datang ke Masjid Besar yang menyediakan takjil gratis, rasanya - kayaknya - nikmat sekali.
Yang terpenting dari postingan kali ini adalah bagaimana bila kita diminta untuk mempersiapakn suatu acara buka bersama dengan ketentuan acara yang umumnya. Ada dua acara buka bersama, yaitu sebelum Maghrib & setelah Maghrib. Sebelum Maghrib biasanya sangat kental dengan acara rohani atau non-fisik karena belum boleh makan tentunya. Ini acara sangat tergantung dengan situasi serta minat para peserta Buka Bersama. Ada yang mengisi dengan sangat standart yaitu ceramah keagamaan (satu arah atau monolog), ada juga talk-show (dua arah atau dialog), ada juga pemutaran film bertema keagamaan, atau acara bedah buku (tentu saja buku keagamaan). Bagaimana kalau yang berbuka bersama komunitas Badminton atau Sepeda ? Kalau saya yang jadi panitia, maka akan saya putarkan video tentang Lee Chong Wei atau video tentang rilis sepeda terbaru dari Specialized, misalnya. Yang pasti PC/Laptop & proyektor serta layar, sudah merupakan perangkat standart acara berbuka bersama dengan nuansa IT. Apakah aneh kalau acara Buka Bersama, diisi video conference antar anggota komunitas yang terpisah lokasi tapi terhubung dengan internet ? Sangat lumrah apalagi bila lokasi acara buka bersama tersedia koneksi internet, baik Wire maupun WireLess. Misalnya mau bikin acara Buka Bersama antar Cabang se Jawa Barat, maka setiap anggota tiap Kabupaten Kota mengaktifkan YM VidConf, maka akan tercipta silaturahmi yang meliputi jangkaun lebih luas. Kayaknya belum ada acara kayak gitu.
Acara Buka Bersama paling banyak pesertanya apakah pernah tercatat di MURI ? Kalaupun ada pasti dimenangkan oleh Masjid Besar, kayak Istiqlal atau Masjid besar lainnya.
Tentang makanannya ? Apakah harus beli sendiri atau ikut paket yang disediakan tempat acara buka bersama ? Jadi ada dua hal yang harus cermat direncanakan, yaitu lokasi dan makanannya. Termasuk juga anggaran serta jumlah peserta. Kalau kata saya paling gampang kita cari tempat makan atau hotel atau cafe yang menyediakan paket Buka Bersama. Biasanya perorang dengan minimal jumlah peserta ditentukan. Misal, ada Rp. 60,000,-/orang di Preanger minimal 30 orang. Apakah sudah termasuk sewa tempat ? Ini yang harus dipelajari. Atau yang model All Eat, alias makan sepuasnya, bisa juga dipertimbangkan. Temen kasih saran, bila cari tempat bukan buka bersama, dimulai dari brosur tagihan kartu kredit. Karena ada beberapa merchant kartu kredit yang memberi harga khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu. Misal, suatu cafe diskon 30% selama September 08 untuk pemegang kartu Mandiri Visa. Maka dari situ mulai perburuannya. Dengan diskon sebesar itu siapa tahu bisa dihemat untuk nambah THR. Usulan yang perlu dipertimbangkan. Temen juga kasih saran, cari resto atau cafe yang baru. Baru disini artinya baru dibuka alias belum punya banyak pelanggan. Biasanya harga lebih mudah di nego disamping bisa merasakan suasana baru. Tapi dengan resiko cita rasa yang harus diantisipasi.
Untuk THR ada 2 mode penyaluran, yaitu cash atau transfer rekening. Untuk cash sangat disukai beberapa Bapak-Bapak yang mengkategorikan THR sebagai uang jalu alias uang laki-laki. Biasanya mode transfer langsung masuk ke rekening yang ATMnya sudah dikuasai para istri. Tapi ini tidak semuanya. Ada yang menganggap mode cash atau transfer adalah hal yang tidak jauh berbeda. Tapi, kayaknya lebih nikmat cash alias terima langsung, supaya langsung dimanfaatkan. Apakah THR satu kali Gaji Pokok atau Gaji Total ? Ini sangat variatif. Ada juga yang THR hanya Rp. 200,000,- untuk semua staf pukul rata. Ini bukan THR kayaknya. THR anggota DPR tentu saja beda dengan THR Guru SD di pelosok, antara PNS dan karyawan Swasta juga pasti beda. Bila kita punya anak buah atau orang yang bekerja kepada kita, misal Pembantu Rumah Tangga, maka sangat wajar bila PRT juga dapat THR. Jumlah serta bentuk terserah majikannya. Bagaimana bila THR terlambat diberikan ? Kata UU 7 hari sebelum Lebaran, THR sudah harus dibagikan. Mungkin ada juga yang tidak dapat THR karena masa kerja yang belum setahun, atau kondisi perusahaan yang tidak sehat keuangannya. Atau, sedang tertimpa konflik masalah yang mengakibatkan pengambilan keputusan tidak dapat segera diambil. Ini adalah masalah-2 yang harus diantisipasi sejak awal. Setelah THR dibagi biasanya ada libur dengan interval waktu yang bervariasi. Sebelum libur apa saja yang perlu dirapikan serta dibenahinya ruangan kerja, merupakan standar kerapian lingkungan kerja.
Jadi, selamat berbuka bersama & menanti THR. Semoga para pengambil kebijakan bisa memberikan THR dengan tepat waktu dan tepat jumlah (syukur kalau dinaikkan jumlahnya sesuai inflasi).

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com