Ilmu Sepeda
Ilmu sepeda terdiri atas 2 kategori, yaitu tinjauan atas sepeda secara fisik & aksesoriesnya. Dan, hardware & software pendukungnya. Pendukung tidak harus ada tapi menyenangkan & mendukung kesuksesan serta kepuasan bersepeda.
Bisa dikatakan secara fisik sebuah sepeda harus terpenuhi atas jaminan minimal keselamatan penggunaannya. Bila tak ada sepeda & aksesoriesnya secara fisik maka kegiatan bersepeda tidak bisa dikatakan memenuhi standart keselamatan minimum. Ternyata, ilmu tentang sepeda ini saya harus banyak sekali belajar. Selama ini saya hanya mengenal sepeda dari internet, terkait dengan katalog sepeda dan perlengkapannya. Secara praktek saya gak tahu alias buta terhadap mengapa, misal, Deore LX & XTR itu berapa persen peningkatan performancenya. Atau bagaimana membandingkan antara suspensi fork depan dari beberapa merk. Terus, bagaimana mengenali frame asli atau generik. Terus, apa keuntungan & kelebihan antara membeli full-bike alias tinggal bayar-pakai dengan merakit sendiri, seberapa persen margin keuntungan, dari sisi keuangan dan performance-kepuasan. Dan, masih banyak lagi yang harus saya pelajari.
Yang kedua, adalah daya dukung per-sepeda-an. Ini adalah konsekuensi teknologi khususnya teknologi elektronik, informasi & internet. Termasuk sisi dokumentasi menggunakan media kamera digital. Memang banyak yang harus saya pelajari termasuk mengoptimalkan daya dukung internet & hardware yang ada. Untuk software internet, untungnya saya sudah sedikit banyak mengenal Google Earth, sehingga bisa saya gambarkan misalnya, trek bersepeda, sejauh GE menyediakan citra satelitnya. Dua gadget yang sangat mendukung adalah perangkat akses GPS & cylometer. Kalau GPS mungkin lain kali saja mengingat harga menjadi kendala, semoga saja ke depan akan semakin terjangkau. Kayaknya cyclometer mesti dianggarkan untuk punya. Gadget yang menjadi standart para biker adalah kamera digital. Ini aku sudah ada & sangat sesuai dengan hoby moto. Ini gak masalah. Ini ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal, yaitu bagaimana menerapkan atau menginstall peta digital ke dalam GPS sehingga bisa dipakai memantau trek kita, serta hasil report perjalanan sepeda kita, dengan variabel jarak, trek, altimeter, dan lainnya. Kalau pakai cyclometer, sudah kebayang, cuma cyclometer hanya berbasis teks saja, sedangkan GPS berbasis GUI.
Karena ada ilmu sepeda maka siapa guru saya atau tempat bertanya. Belajar yang baik adalah mampu mengajukan pertanyaan dengan baik. Dengan bertanya kita bisa tahu bahwa sampai sejauh mana ketidak tahuan kita. Misal, di GE ada file *.kmz, saya sudah lama tahu, cuman manfaatnya untuk apa, ini baru sebulan terakhir saya bisa tahu manfaatnya. Ini karena saya baca katenzo.multiply.com. Karena di katenzo diupload file trek GE yang berekstensi kmz. Selama ini saya hanya menyimpan shorcut disisi MyPlace atau sisi kiri layar pada GE. Atau disimpan sebagai file JPG karena akan dipasang di blog ini. Dengan kmz ini kita bisa open lagi trek yang sudah pernah dibuat & disimpan sebelumnya. Lalu, tentang ketrampilan mengambil gambar sambil bersepeda. Mengambil gambar dengan kamera digital sambil bersepeda sangat merepotkan, apalagi saat menggowes dan nanjak lagi. Lebih enak mengambil video sambil jalan dengan catatan kamera digitalnya dipasang secara permanen alias tanpa dipegangi. Di Multiply banyak sekali foto bersepeda dengan kualitas foto yang baik. Manurut saya, kualitas foto yang baik adalah minimal 1024x768 atau 1024 wide. Dengan ukuran file yang sekecil-2nya tapi dengan fokus yang sedetail-detailnya. Dan dengan orientasi landscape, syukur kalau wide. Dan yang penting adalah ukuran picturenya seragam. Ada beberapa foto yang sebelumnya sempat diedit dulu, seperti di hsgautama.multiply.com. Cuman, disitu gak boleh bebas mengcopy, kayaknya harus sowan dulu alias minta ijin dan bikin pengajuan proposal. Yang juga menarik adalah bayuwahyudi.multiply.com, lalu b2wbiofarma.multiply.com, dll. Dan yang pasti tempat belajar adalah web site yang bicara masalah persepedaan, seperti sepedaku.com, b2w-indonesia.or.id chapter Bandung, dll. Yang lagi saya cari adalah web site yang mengajarkan sisi teknologi sepeda, khususnya IT-nya sepeda. Semisal GPS, GE, pembuatan trek digital, dll. Ini yang menarik untuk dipelajari. Selain katenzo.multiply.com ada lagi, enggak ?. Kayaknya harus nanya di forum B2W Ch. Bandung. Karena disini banyak pakar. Ada dua pilihan B2W, yaitu forum ch. bandung ngikut di B2W Indonesia, dan satunya adalah milist yahoo group B2W ch. Bandung.





Ilmu Sepeda Motor, Ilmu Mobil, Ilmu Kerata Api, Ilmu Pesawat Terbang, Ilmu Kapal Laut… Ditunggu…
Comment by sapedah — 22 August 2008 @ 9:39 am
sepedapun ada ilmunya
jangan sampai kejadian kayak saya kemaren
Comment by dhany — 24 August 2008 @ 15:07 pm
No more “generik” term please. Saya newbie dan dulu saya mengira bahwa generik itu adalah under license merk tertentu namun bahannya dibedakan jadi lebih murah. Ternyata generik = palsu. Demi gengsi (atau penghalusan kata) orang menggunakan term “generik”. Saya tetap bilang frame generik itu frame palsu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Comment by Bantek — 6 September 2008 @ 16:40 pm
Sepedahan nyok!!!!!
Comment by katenzo — 11 December 2008 @ 4:27 am