Titan Foto

Apa enaknya beli Kamdig di Titan Foto BEC ? Yang pasti ada beberapa toko Titan Foto, baik itu yang di IBCC, maupun di BEC serta tempat lain di Kota Bandung. Di BEC saja ada 2 stand yang saya ketahui. Yang pasti pilihlah suatu toko yang memberikan pelayanan terpadu dan menyediakan bonus atau diskon atau paket-an (dengan tambahan aksesories tertentu). Dan juga mampu memberikan keputusan bila beli dengan tanpa paket memori SD, misalnya. Jadi bisa melayani secara customize sesuai kehendak pelanggan. Dan, kalau bisa langsung diskusi dengan pengambil keputusan, jangan ke asisten atau SPGnya yang biasanya hanya tahu harga doang, gaptek dalam spesifikasi serta analisa komparasi. Sabtu minggu lalu saya ke Titan Foto, seperti biasa saat akan membeli saya memastikan hak-hak saya atas kamdig yang saya akan bayar. Mulai dari garansi, kelengkapannya, driver & kabel. Dan test video, foto & voice record dengan memori yang tersedia. Dan saat saya mencoba kamdig saya selalu - kebiasaan saya - mengambil foto didalam lingkungan toko tsb. Ini penting untuk mengidentifikasi suatu saat bila toko ‘nakal’ atau ingkar thd pelayanan purna jual. Maka foto tadi akan kugunakan sebagai grey campaign, bukan black campaign. Saat kamdig S630 kugunakan Kamis kemarin, tiba-tiba terjadi buram LCD yang berdampak pada buram hasil pengambilan gambar. Yang pasti kalau enggak lensanya atau reflektor lensanya geser bisa jadi lensa autofokusnya geser. Tapi untuk foto sebelumnya masih bisa jelas terlihat di LCDnya. Berarti LCDnya normal. Sabtu kemarin langsung saya bawa semua yang saya bayar Sabtu minggu lalu, lengkap dengan dus & kuitansinya. Ternyata kecurigaan saya tentang kemungkinan ditolak sirna sudah, karena saat diperiksa langsung dia bilang, “Diganti yang baru aja ya, Pak”. “Ya, seharusnya, khan belum sebulan ini.” Semua ditukar, termasuk kuitansinya karena nomor seri kamdig berubah yang baru. Tanpa menambah duit. Ini adalah layanan standart, karena sejauh yang saya tahu, selama 30 hari sejak awal pembelian & tanpa ada cacat fisik (krn terjatuh, tergores, bekas air/embun, konslet listrik, dll) akan diganti dengan yang baru. Tapi ada juga toko yang ‘melemparkan’ tanggung jawab tadi ke Pusat Garansi Pabrik-nya. Ini menjengkelkan karena lokasinya bisa jadi berjauhan dengan lokasi toko saat membeli. Hal ini - tukar baru - sudah menjadi standar pelayanan purna jual barang elektronik, semisal kamdig, ponsel, laptop, alat rumah tangga, dll. Cuma bedanya, ada toko yang menghandle sendiri (tokonya menukar dg yang baru & dia-nya yang ke Pusat Garansi) & ada pula yang ‘mengalihkan’ ke Pusat Garansi. Yang terakhir ini harus kita waspadai, jangan sampai gadget kita harus dibawa ke Pusat Garansi dengan segala kerugian. Yaitu, makan waktu (+ongkos angkot/parkir), gadget kita ‘hilang sementara’, membutuhkan waktu perbaikan yang lama (serta gak tentu). Beberapa kasus muncul manakala setelah di bawa ke Pusat Garansi, ternyata malah bukan jadi normal, tapi tetap rusak seperti saat rusak dulu. Toko yang bisa menghandle sendiri gadget yang error seperti ini biasanya adalah toko yang mempunyai jaringan toko yang luas. Toko kecil yang hanya mempunyai ’sedikit’ kamdig pajangan hendaknya diwaspadai, bisa jadi mereka tidak punya stock kamera yang siap di tukar-baru seperti yang saya alami diatas. Dan saat ke Titan Foto saya melihat plakat Musium Rekor dari MURI yang sebelumnya pernah saya dengar sekilas, yang berkaitan dengan rekor terbanyak pemotretan menggunakan kamdig merk tertentu.





semoga kamera nya awet, dan menghasilkan foto foto yang bermanfaat ya pak… salam…
haryoso wicaksono :
terima kasih..
Comment by rifan mulyawan — 1 September 2008 @ 15:32 pm