Nanogy BG-95

Dikarenakan saat senar (string) raketku putus dan saat diganti ternyata string BG-68Ti kebetulan tidak ada, maka aku pakai Nanogy BG-95. Karena yang paling mahal yaitu Rp. 70,000,- dan termasuk seri baru, maka dengan spekulasi kuangkat juga Nanogy ini. Karena disarankan sama penjual pakai BG-66, aku tolak, karena cepet putus. Maklum saja diameternya 0,66 mm. Sedangkan Nanogy BG-95 ini diameternya 0,69 mm. Dengan diameter yang lebih besar secara teoritis snar akan lebih awet.

Gambar diatas menunjukkan keawetan dari kerusakan selama pemakaian untuk memukul dibandingkan dengan string konvensional, maksudnya yang bukan Nano Tech String.

Chart di atas menunjukkan posisi per-untuk-an antara tipe penyerang (dominan smash) dengan resiko snar cepet putus, atau kekuatan dengan resiko repulsion atau daya dorong snar thd shutlecoock agak melemah. Atau pilihannya adalah snar awet tapi power berkurang atau power tinggi tapi cepet putus. Nanogy ditempatkan di tengah-2 kuadran dengan asumsi mempunyai keawetan dan kekuatan merata. Saya lebih cenderung memilih sisi awet, masalah power saya kurang dapat mengukur secara kuantitatif, tapi keawetan sangat jelas karena terkait dengan anggaran. Tentang power, touch, feeling, dan parameter lainnya, sementara belum menjadi perhatian utama, karena keterbatasan alat analisa dan pengujian. Untuk informasi selengkapnya bisa kunjungi web site YONEX di www.yonex.com





Klo liat dari permainan Bung Yosnex, kayaknya masih kurang spec diatas. soalnya sekali smesh bisa hancur shutlecook-nya sehingga berpengaruh pada senar raket paling 3 kali smesh langsung putus senarnya…
Comment by Exyoz — 20 February 2008 @ 3:25 am