Virus Lapindo
Laptop temen kena virus yang diindikasikan bernama Lapindo atau Tibeulat. Darimana asalnya, kayaknya dari internet saat dia download file. Dengan tidak sengaja saat download tersertakan virus yang mirip-mirip brontok, yaitu ketika dihapus foldernya, ternyata beberapa detik folder tsb muncul lagi. Bahkan menambahkan folder baru. AVG sudah tak mampu, terpaksa digunakan alternatif anti virus ANSAV & PCMAV. Setelah hampir 24 jam laptop terkuasai virus, maka baru sore ini laptop teman saya terbebas dari virus. Apakah memang benar-benar terbebas dari virus ? Itu adalah pertanyaan yang harus selalu dipantau terus-menerus.

Secara teoritis ketika Sistem Operasi telah terserang virus, maka saat booting seluruh operasi sistem dikendalikan oleh virus. Tentu saja tergantung tingkat keganasan serta daya rusak virus bersangkutan. Menurut ANSAV, virus Lapindo atau Tibeulat ini termasuk kategori lemah atau rendah daya rusaknya. Saat ANSAV dimasukkan lewat usb flashdisk dan dijalankan untuk membasmi virus-virusnya, tertemukan beberapa virus yang selama ini tidak terdeteksi oleh AVG. Memang AVG hanya punya satu kelebihan yaitu gratis, dan cenderung langsung babat habis alias delete ketika ketemu virus. Babat habis ini kurang disukai oleh beberapa pengguna karena akan menghilangkan file yang dirasa penting. Apa hikmah yang bisa diambil ? Selalu membackup data penting adalah langkah paling bijaksana, dan selalu siap berhadapan dengan virus, dengan segala kondisi serta konsekuensinya. Ketika kita mengambil file atau download file, maka sangat mungkin dan sangat wajar bila di ikuti atau di domplengi virus tertentu. Maka konsekuensi tersertakan-nya virus adalah suatu kondisi yang harus diterima dengan lapang dada. Backup data, keikhlasan kehilangan file serta update anti virus merupakan tiga langkah rasional yang antisipatip agar kemudahan download data dari internet selalu terlaksana dengan nyaman. Akhirnya, selamat menghadapai virus berikutnya. Virus menyerang kita menghindar, kalau bisa dilawan.




