IPAL
Masih terkait dengan isu lingkungan hidup di sekitar kita, yaitu keberadaan limbah perkotaan. Saya pernah bertanya kepada mahasiswa tentang limbah apa yang paling berbahaya yang ada di perkotaan. Ada yang menjawab asap pembakaran kendaraan bermotor, ada yang menjawab limbah tekstil yang berwarna-warni, ada yang menjawab limbah pabrik yg mencemari sungai, dll. Ketika saya tanya lagi, penyakit itu datangnya dari mana ? Mahasiswa malah bingung, karena kalau ingin sehat harus tahu faktor yang menyebabkan sehat. Untuk sehat, jangan sampai kena penyakit. Penyakit ada di mana ? Selain tertular langsung, penyakit itu berkumpul di rumah sakit. Betul, khan ? Di Rumah Sakit penyakit di kendalikan, artinya dikendalikan ada dua kemungkinan, yaitu penyakit sembuh atau berhasil, sebaliknya bila penyakit lebih kuat, maka nyawa melayang. Penyakit disembuhkan dengan obat, metode serta diagnosa yang besar kemungkinan meninggalkan limbah. Perban, cairan obat, sisa pembersihan darah, feces (sorry, saya juga neg saat nulis ini, tapi ini penting untuk disadari, tak hanya diketahui), semua itu dibuang ke mana ?
Jawabannya adalah Instalasi Pengolahan Air LImbah atau IPAL. Betuk enggak singkatan itu ? Kelangsungan peran Rumah Sakit dalam menyembuhkan penyakit sangat bergantung pada IPAL ini. Memang sampai saat ini belum terdengar IPAL menimbulkan pencemaran karena IPAL terlokalisir serta dalam pengawasan yang ketat alias harus mampu menangani segala kemungkinan akan limbah Rumah Sakit. Ketika berkunjung ke RS ada baiknya kita perhatikan bagaimana limbah RS itu di kelola. Ini menunjukkan kepada kita pentingnya memahami bahayanya limbah RS. Inilah peran IPAL.




