yosnex

9 January 2008

1429 H

Kategori Postingan : 21_publika

Apa bedanya Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam ? Bedanya terletak pada spirit peringatannya. Tahun baru Masehi sudah sejak saya lahir diakui keberadaannya, tapi Tahun Baru Islam baru diakui sekitar lima tahun-an terakhir. Salah satu indikasinya adalah pemberian status ‘tanggal merah’ pada tanggal pas 1 Muharram setiap tahun Hijriyahnya. Tahun baru Masehi sudah sangat biasa, sehingga terkadang kehilangan makna. Bahkan selebrasi Tahun Baru Masehi telah ‘direnggut’ oleh promosi produk yang dikemas dengan berbagai acara selebrasi yang ujung-ujungnya adalah pemasaran produk. Produk rokok, minuman kesehatan, elektronik, dll ikut memanfaatkan momen selebrasi pergantian tahun baru Masehi. Edukasi konsumerisme pergantian tahun mengajarkan agar kita ‘mengganti’ perangkat yang lama kita dengan perangkat baru. Ini adalah selebrasi promosi produsen perangkat keras. Selain produk fisik, juga selebrasi pelayanan wisata serta jasa sangat kental saat tahun baru Masehi. Jasa hotel & pelayanan khusus serta ’special selebrasi’ juga memarnai suguhan seputar layanan hotel ini. Bisa dikatakan Tahun Baru Masehi adalah Tahun Baru Duniawi, artinya spiritnya benar-benar untuk hura-hura, konsumerisme, laporan laba rugi perusahaan, ganti peralatan, konvoi menjelang pergantian malam Tahun Baru Masehi, dll. Tapi, Tahun Baru Hijriyah sangat kental dengan aroma ukhrowi alias spirit hijriyah dari ketidak sempurnaan menuju kesempurnaan. Jadi ada perimbangan disini, ada dua tahun baru dalam sebulan. Mungkin bulan depan nanti, ada tahun baru lagi, yaitu Tahun Baru Cina Imlek. Pertanyaannya, siapa yang paling bisa memanfaatkan dengan baik momen tahun baru-an ini, maka dia bisa mendapatkan peluang untuk mendapatkan manfaat. Manfaat apa ? Bisa manfaat duniawi (keuntungan, omzet, perluasan pemasaran, upgrade perangkat, dll) atau manfaat batiniah (perilaku sempurna, spirit memaaafkan, kelapangan dada, ketabahan, semangat belajar, dll). Yang pasti ketika Pemerintah menetapkan Tahun Baru Islam dengan ‘tanggal merah’ itu adalah hal positip, minimal kita ingat, karena kalau tanggal merah selain hari Minggu, pasti mata kita mencermati dengan seksama. Itu baru namanya peringatan, supaya kita ingat kalau ada tanggal merah berarti kita libur, kenapa libur, baru kita cari tahu. Ternyata ada peringatan Tahun Baru Islam.
Jadi, selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1429 H, semoga spirit Hijrah kaum Muhajirin serta kelapangan dada kaum Ansor, menteladani kita semua dalam mengisi Tahun 1429 H mendatang. Semoga kerahmatan serta berkah dan lindungan selalu Allah curahkan kepada kita semua. Amien.
Berikut dari Google yang terkait Tahun Baru Islam :
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah
2.http://fatma1203.wordpress.com/2008/01/04/tahun-baru-islam-1429-h/
3.http://oryza.blogsome.com/2006/01/31/sejarah-tahun-baru-islam/
4.http://ghuroba.blogsome.com/2008/01/07/hukum-memberi-ucapan-selamat-tahun-baru-hijriyah/
5.http://swaramuslim.com/hikayat/more.php?id=5476_0_14_0_m
6. dst..dst..

Komentar disini »

The URI to TrackBack this entry is: http://yosnex.blogsome.com/2008/01/09/1429-h/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com