yosnex

8 January 2008

PLTSampah

Kategori Postingan : 21_publika

Sudah hampir dua bulan terakhir warga Bandung diwacanakan tentang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Pro kontra pastinya. Kekhawatiran akan dampak negatip adalah porsi paling dominan tentang wacana diatas. Kekhawatiran akan berbagai hal, salah satunya penurunan kualitas kehidupan terkait lingkungan hidup disekitar lokasi yang kemungkinan akan tercemar. Nilai jual aset tak bergerak, semisal tanah, bangunan dan perumahan, yang dikhawatirkan akan mengalami penurunan nilai jual di masa mendatang. Penurunan kualitas hidup bisa mengakibatkan suasana mental serta kenyamanan batin terusik yang disaat tertentu bisa menimbulkan masalah ketegangan batin, yang akan bisa memicu ketegangan fisik. Demo-demo secara fisik merupakan salah satu bentuk pelampiasan ketertekanan batin para warga sekitar PLTSa. Bagi warga Gedebage yang lokasinya paling dekat, katakanlah radius 5 km, tentu mempunyai kalkulasi tentang masa depan kehidupan manakala PLTSa dioperasikan. Namun, tetap saja tak akan ada ‘titik pasti’, karena PemKot menghendaki, sedangkan Warga Gedebage menolak. PemKot harus membuktikan tak ada dampak negatip, Warga Gedebage harus membuktikan PLTSa berdampak negatip. Pertanyaannya adalah kapan jawaban titik pasti itu terjawab ?. PemKot wajib melakukan sosialisasi akan manfaat, sekaligus ancaman serta berbagai hal kemungkinan yang bisa terjadi akan teroeprasikannya PLTSa ini. Warga Gedebage juga harus mampu membuktikan bahwa kekhawatiran akan dampak negatip didukung oleh fakta serta teori dan analisa ilmiah. Ini masalah utamanya, PemKot lebih jago dalam mendatangkan ahli-ahli PLTSa, sedangkan Warga Gedebage seharusnya juga mengimbangi dengan mengajukan ahli-ahli-nya. Masalahnya, imbang enggak antara dua kubu ini ?
Warga Bandung terpecah jadi dua dalam dukung-mendukung ini, terbagi atas dimana warga tsb bertempat tinggal. Kalau warga Gedebage radius 5 km saya perkirakan hampir 99% menolak, warga selain radius 5 km Gedebage hampir 99% menyetujui. Kenapa setuju, ya harus setuju, daripada dibangun dekat rumah mereka (yang tinggal di luar radius 5 km Gedebage).
Opini yang saya baca di jalan-jalan berupa spanduk-spanduk, hampir 90% mendukung pembangunan PLTSa, karena mereka tinggal di luar radius 5 km Gedebage. Sedangkan spanduk tolakan PLTSa sangat jarang dijumpai.
Berikut beberapa informasi terkait tentang PLTSa yang saya ambil dari beberapa situs, semoga dengan memahaminya akan didapatkan titik temu terbaik solusi antara yang pro & kontra PLTSa ini.
1.http://padamu.blogspot.com
2.http://www.pikiran-rakyat.com/cetak
3.http://rainad.blogspot.com/
4.http://jkt1.detiknews.com
5.http://romeltea.wordpress.com
6.http://www.google.co.id

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com