yosnex

12 December 2007

L730 03 Baterai

Kategori Postingan : 12_gadget

Memilih baterai adalah faktor yang nomor ke lima atau lebih, setelah megapiksel, body, video, layar LCD & harganya. Mengapa ? Karena baterai adalah faktor yang tidak penting saat beli tapi sangat penting ketika sudah akan dipakai memotret. Tanpa baterai kamdig adalah barang rongsokan hi-tech alias tidak punya manfaat sama sekali. Ada dua pilihan baterai terkait dengan ukuran atau body kamdig. Keduanya sudah Lithium, yaitu bentuk AA (atau AAA) & bentuk pipih-tipis. Masing-masing punya konsekuensi, yaitu bila AA akan mudah didapat di warung terdekat saat baterai habis. Itu saat aku pakai Samsung A400 yang kubeli Februari 2005 dulu. Pertimbangannya adalah kemudahan mendapatkan baterai seukuran. Tidak masalah apakah Lithium atau bukan, karena yang alkaline juga bisa asal ukuran AA. Kemudahan mendatangkan konsekuansi, yaitu body kamdig jadi berat dan besar (bongsor), lagian harus dimaklumi karena yang pakai AA biasanya harganya lebih murah. Tapi yang bentuk pipih-tipis, membuat body kamdig lebih slim dan ringan, harga lebih mahal, tapi baterai cadangannya susah diperoleh. Harga baterai untuk L730 ini adalah sekitar Rp. 175,000,–an. Dan, parahnya setelah dua tiga kali ku-charge, L730-ku ini hanya sebentar daya pakai baterainya. Kayaknya lebih kuat AA-nya A400, hampir 2-3 kali lipat labih bagus AA A400. Cuman ada kelebihannya, yaitu bisa charge baterai via USB. Tapi kalau pakai laptop mungkin bikin cepet habis baterai laptopnya, bila tidak terhubung laptop dg listrik AC.
Terus, apa solusi terbaiknya ? Yang pasti baterai cadangan untuk L730 dianggarkan, tapi karena Samsung A400 enggak jadi rusak, alias hanya rusak 2 minggu-an saja, dan kini sudah sembuh lagi, maka A400 adalah cadangan terbaik untuk L730. Kalau orang lain pakai 2 ponsel, maka aku pakai 2 kamdig. Bukan 2 kamdig sebenarnya, karena saat beli L730, kondisi A400 sedang rusak, yaitu hang alias lenza zoom opticalnya enggak bisa keluar. Perkiraan saya adalah motor zoom opticalnya bermasalah. Penyebab utama biasanya adalah benturan benda keras, seperti terjatuh dari ketinggian. Tapi, saya sangat hat-hati terhadap kamdig A400-ku ini, sehingga yang namanya benturan halus-pun belum pernah, sehingga sangat wajar, ketika A400-ku kembali seperti sedia kala.
Jadi, apakah L730 ini baterainya rada tidak memuaskan ? Jawabannya adalah, iya. Tapi bentuk slim adalah kepuasannya. Jadi maklumlah bentuk tipis pipih maka maklum kalau usia baterainya cepat habis. Wajar.

Selain itu, yang tidak ada di A400 adalah saya bisa pakai L730 secara terus-menerus tanpa berhenti nge-charge baterai, karena bila adaptor terhubung di listrik AC dan usb menancap pada usb body L730, maka L730 akan selalu hidup. Keterbatasan hanya datang dari memori yang mungkin terbatas. Tapi masalah muncul bila harus merekam video, untuk menempatkan kamera tidak bisa pakai tripod karena ‘nabrak’ dengan colokan usb power. Kalau listrik AC terhubung, ada penyangga L720 yg baik & memori 4 GB, kayaknya bisa merekam video sekitar 2 jam-an. Mungkin ? Tapi harus dicoba.

Komentar disini »

The URI to TrackBack this entry is: http://yosnex.blogsome.com/2007/12/12/l730-03-baterai/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com