Wisuda IM 2007

Wisuda kali ini banyak perbedaan dibanding Wisuda 2006 lalu, untuk Wisuda 2006 lalu bisa di lihat disini.
Tahun lalu pakai layar lebar dengan view suasana didalam gedung yang nampak langsung di layar via LCD proyektor. Proses streaming menjadikan suasana seperti perhelatan standar terbaik. Kali ini proses perekaman media dilakukan oleh tim tersendiri. Yang difokuskan pada dokumentasi secara digital maupun film. Tapi nampaknya memang terasa ada yang beda, dikarenakan saya selalu terbiasa mengadakan evaluasi secara perbandingan sederhana, minimal tentang apa yang terlihat secara visual. Masalah muncul, meskipun sudah diantisipasi sebelumnya yaitu, saya menyarankan menyiapkan dua LCD proyektor dengan asumsi bila salah satu bermasalah maka satunya siap menggantikan. Asumsi tersebut aman-aman saja sampai saat orasi ilmiah yang menurut saya ’sangat wajib’ menggunakan peraga visual, ternyata tidak nampak tertampil di layar putih diatas panggung. Tampilan pada LCD proyektor dimaksudkan sebagai ‘penarik perhatian’ manakala dikarenakan satu dan lain hal isi orasi ilmiah tidak ‘connect’ dengan hadirin.
Tema perbankan syariah yang ‘dipaksakan’ harus menyertakan tema IT, karena ‘wajib’ melingkupi dua institusi, tersampaikan dengan hanya mengandalkan suara pembawa materi saja. Materi yang juga mengupas IT seharusnya dan selayaknya menyertakan peraga visual LCD proyektor, karena kalau kita ngomong IT tapi perangkat LCD proyektor ‘ngangggur’ disamping pembicara, pasti ada pertanyaan. Mengapa bicara masalah IT koq enggak pakai LCD proyektor untuk selevel wisuda. Kuliah aja kita sudah pakai LCD proyektor. Disisi mana evaluasi perbaikan perlu dilakukan
? Pembicara adalah Bpk. Erie Febrian, SE., M.Comm., yang mengambil judul orasi ilmiahnya “Akselerasi Aplikasi Teknologi informasi Komunikasi : Solusi Masa Depan perbankan Syariah Nasional”. Materi disampaikan secara lisan dengan bagus. Isi juga bagus. Tapi mengapa orang-orang mondar-mandir kayak gak peduli lagi ada penyampaian orasi ilmiah ? Coba, kalau ada tampilan di layar, minimal ada yang dilihat. Misal ada foto perempaun berjilbab sedang melayani konsumen yang pakai kopiah, jelas itu akan menegaskan tema syariah perbankan yang disampaikan. Apa akibat tanpa peraga visual ini ? Penampilan serta semangat penyaji orasi ilmiah yang saya perhatikan kayaknya datar-datar saja. Tanpa ada joke-joke atau sentilan-sentilan sana-sini sebagai trik memancing perhatian.
Hikmah apa yang bisa kita ambil. Pembicara harus menyiapkan materi dengan ketentuan menyiapkan materi tulis (diperbanyak untuk hadirin) & materi digital untuk slide presentasi. Tentang perlu tidaknya pakai slide elektronis nampaknya harus dilihat dulu terkait penugasan beliau. Apakah harus tampil pakai atau tanpa slide elektronis. Kalau memang ‘dari awal’ niatnya tanpa slide elektronis, ya gak apa-apa. Berarti sesuai dengan rencana. Cuman, jaman sekarang masa masih ‘manual-only-presentation’ ? Penyaji harus punya laptop sendiri, padahal saya lihat kemarin beliau ada laptop tapi kenapa koq enggak digunakan. Laptop juga kita sediakan, total berarti ada 2 laptop (satu dari puskom & satunya punya Bpk Erie). Ada 2 LCD proyektor dari puskom. Ini yang bikin saya heran. Laptop ngadat, LCD proyektor ngadat. Atau filenya yang ngadat, atau sebab lain. Masalah batere habis ? Konektor charge batere ? Yang pasti jangan sampai terulang lagi, ada proyektor tapi tak digunakan, terlepas dari berbagai penyebab. Yang pasti citranya kurang baik.
Acara lainya adalah lancar-lancar saja, namun yang menarik perhatian saya adalah adanya kontes lama-lama-an pidato. Semakin nyaman pidato, kayaknya enggak mau di-stop, kayaknya lagi ‘enjoy’ ngomong diatas podium. Enggak apa-apa ini juga forum silaturahmi.
Ditunggu saran & komentarnya untuk perbaikan kegiatan wisuda di masa mendatang.





Ass, Wr, Wb
Terima kasih Pak Yoss, saya pertama kali di Wisuda dan saya tidak punya pengalaman tentang acara wisuda jadi ya saya tak merasakan apa-apa, hanya keringatan aja maklum ruangannya wanas dan topi wisudanya kekecilan.
Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah bisa di Wisuda tahun 2007 ini, dan saya berharap photo Wisudanya bisa saya download via blogsome ini.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk Bapak2 pengajar/ Dosen STMIK-IM yg telah membimbing dan mengarahkan saya.
Hatur Nuhun
Wassalam
36042017
haryoso wicaksono :
saya tidak bisa upload foto wisuda untuk wisuda kali ini, karena ada aturan di dalam ruangan gedung tidak diperbolehkan mengambil gambar. beda dengan wisuda 2006 lalu, belum ada aturan itu. jadi saya harus taat aturan, kebetulan teman sendiri yg bikin aturan itu. untuk foto memang ‘dimonopoli’ oleh bagian dokumentasi. saya juga enggak tahu apakah dalam bentuk film atau file digital. minggu depan kayaknya sudah bisa diambil foto wisudanya. memang seperti itu aturannya. harap maklum, saya juga telah minta maaf enggak bisa sharing foto dengan lainnya, seperti para panitia & temen-2 saya.
Comment by Andang Suherman — 28 November 2007 @ 2:33 am