yosnex

22 November 2007

Cetak Langsung

Kategori Postingan : 14_senggang

Pagi, ketika acara belum dimulai saya menyempatkan keliling di luar Gedung Bikasoga. Yang menarik perhatian adalah adanya lapak atau gelaran cetak foto di tempat atau cetak langsung. Dengan printer cukup besar, kayaknya ukuran A3, serta sumberdaya generator mungil yang memasok listrik dari printer ini, mereka memasang tarif cetak A4 seharga Rp. 10,000,- Media inputnya menggunakan memory seperti SD, CF dan sejenisnya. Dengan setting proses mengandalkan tombol serta layar seukuran sekitar 2 inchi. Saya kurang memperhatikan apakah ada preview di layar 2 inchi tadi. Kayaknya tahun depan pasti sudah ada yang menyediakan edit serta cetak foto. Kehadiran laptop di tahun depan bukan suatu hal yang mustahil. Karena jasa mereka sebagai pengabadi serta penyaji informasi sangat penting posisi manfaatnya, khususnya bagi wisudawan yang gak bawa kamera.

Berbeda dengan tahun kemarin yang banyak foto yang kuhasilkan, kali ini saya fokus pada tugas pengaturan masuk geduang para wisudawan. Lancar-lancar saja, mengingat yang penting suara saya harus lantang & keras, apalagi ada pinjaman loud-speakaer alias mega-phone (?). Berfoto didalam gedung dibatasi, tertulis dengan jelas pada tata tertib untuk para panitia. Kali ini saya menghormati aturan itu, sehingga saya ‘hanya’ kurang dari 15 jepretan selama berada dilingkungan Bikasoga ini. Teman-teman yang minta foto juga saya tolak demi menghormati tata tertib dilarang foto ini. Saya mohon maaf kepada para wisudawan maupun para mahasiswa panitia, yang mereka biasanya, seperti tahun kemarin, saya tidak bisa mengambil gambar Anda-Anda semua. Rasa gembira saya dalam rangka wisuda ini adalah saya mengambil gambar Anda semua. Anggap saja rasa terima kasih saya kepada panitia & wisudawan adalah terekamnya peristiwa wisuda ini. Yang jadi paduan suara, MC atau panitia konsumsi, atau panitia lainnya, maaf kali ini saya gak bisa menfoto Anda-Anda semua. Saya tidak bisa memberi hadiah selain hobby saya menfoto Anda-Anda semua. Hanya menfoto-lah yang saya bisa, sebagai wujud terima kasih saya. Cuman, kali ini tidak seperti tahun kemarin. Tapi jangan khawatir, karena kami telah menyediakan juru foto yang lebih professional. Cuma, kepada siapa Anda bisa menanyakan atau kapan foto bisa dilihat, saya kurang tahu.
Saya berharap, wisuda tahun depan larangan berfoto sudah dicabut, sehingga saya bisa mengambil gambar Anda-Anda semua, teman-teman panitia, panitia mahasiswa serta wisudawan semua. Semoga, tahun depan kamera saya sudah semakin canggih supaya kayak juru foto professional yang pakai SLR.

Wisuda IM 2007

Kategori Postingan : 22_akademika


Wisuda kali ini banyak perbedaan dibanding Wisuda 2006 lalu, untuk Wisuda 2006 lalu bisa di lihat disini.
Tahun lalu pakai layar lebar dengan view suasana didalam gedung yang nampak langsung di layar via LCD proyektor. Proses streaming menjadikan suasana seperti perhelatan standar terbaik. Kali ini proses perekaman media dilakukan oleh tim tersendiri. Yang difokuskan pada dokumentasi secara digital maupun film. Tapi nampaknya memang terasa ada yang beda, dikarenakan saya selalu terbiasa mengadakan evaluasi secara perbandingan sederhana, minimal tentang apa yang terlihat secara visual. Masalah muncul, meskipun sudah diantisipasi sebelumnya yaitu, saya menyarankan menyiapkan dua LCD proyektor dengan asumsi bila salah satu bermasalah maka satunya siap menggantikan. Asumsi tersebut aman-aman saja sampai saat orasi ilmiah yang menurut saya ’sangat wajib’ menggunakan peraga visual, ternyata tidak nampak tertampil di layar putih diatas panggung. Tampilan pada LCD proyektor dimaksudkan sebagai ‘penarik perhatian’ manakala dikarenakan satu dan lain hal isi orasi ilmiah tidak ‘connect’ dengan hadirin.
Tema perbankan syariah yang ‘dipaksakan’ harus menyertakan tema IT, karena ‘wajib’ melingkupi dua institusi, tersampaikan dengan hanya mengandalkan suara pembawa materi saja. Materi yang juga mengupas IT seharusnya dan selayaknya menyertakan peraga visual LCD proyektor, karena kalau kita ngomong IT tapi perangkat LCD proyektor ‘ngangggur’ disamping pembicara, pasti ada pertanyaan. Mengapa bicara masalah IT koq enggak pakai LCD proyektor untuk selevel wisuda. Kuliah aja kita sudah pakai LCD proyektor. Disisi mana evaluasi perbaikan perlu dilakukan
? Pembicara adalah Bpk. Erie Febrian, SE., M.Comm., yang mengambil judul orasi ilmiahnya “Akselerasi Aplikasi Teknologi informasi Komunikasi : Solusi Masa Depan perbankan Syariah Nasional”. Materi disampaikan secara lisan dengan bagus. Isi juga bagus. Tapi mengapa orang-orang mondar-mandir kayak gak peduli lagi ada penyampaian orasi ilmiah ? Coba, kalau ada tampilan di layar, minimal ada yang dilihat. Misal ada foto perempaun berjilbab sedang melayani konsumen yang pakai kopiah, jelas itu akan menegaskan tema syariah perbankan yang disampaikan. Apa akibat tanpa peraga visual ini ? Penampilan serta semangat penyaji orasi ilmiah yang saya perhatikan kayaknya datar-datar saja. Tanpa ada joke-joke atau sentilan-sentilan sana-sini sebagai trik memancing perhatian.
Hikmah apa yang bisa kita ambil. Pembicara harus menyiapkan materi dengan ketentuan menyiapkan materi tulis (diperbanyak untuk hadirin) & materi digital untuk slide presentasi. Tentang perlu tidaknya pakai slide elektronis nampaknya harus dilihat dulu terkait penugasan beliau. Apakah harus tampil pakai atau tanpa slide elektronis. Kalau memang ‘dari awal’ niatnya tanpa slide elektronis, ya gak apa-apa. Berarti sesuai dengan rencana. Cuman, jaman sekarang masa masih ‘manual-only-presentation’ ? Penyaji harus punya laptop sendiri, padahal saya lihat kemarin beliau ada laptop tapi kenapa koq enggak digunakan. Laptop juga kita sediakan, total berarti ada 2 laptop (satu dari puskom & satunya punya Bpk Erie). Ada 2 LCD proyektor dari puskom. Ini yang bikin saya heran. Laptop ngadat, LCD proyektor ngadat. Atau filenya yang ngadat, atau sebab lain. Masalah batere habis ? Konektor charge batere ? Yang pasti jangan sampai terulang lagi, ada proyektor tapi tak digunakan, terlepas dari berbagai penyebab. Yang pasti citranya kurang baik.
Acara lainya adalah lancar-lancar saja, namun yang menarik perhatian saya adalah adanya kontes lama-lama-an pidato. Semakin nyaman pidato, kayaknya enggak mau di-stop, kayaknya lagi ‘enjoy’ ngomong diatas podium. Enggak apa-apa ini juga forum silaturahmi.
Ditunggu saran & komentarnya untuk perbaikan kegiatan wisuda di masa mendatang.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com