Cetak Langsung
Pagi, ketika acara belum dimulai saya menyempatkan keliling di luar Gedung Bikasoga. Yang menarik perhatian adalah adanya lapak atau gelaran cetak foto di tempat atau cetak langsung. Dengan printer cukup besar, kayaknya ukuran A3, serta sumberdaya generator mungil yang memasok listrik dari printer ini, mereka memasang tarif cetak A4 seharga Rp. 10,000,- Media inputnya menggunakan memory seperti SD, CF dan sejenisnya. Dengan setting proses mengandalkan tombol serta layar seukuran sekitar 2 inchi. Saya kurang memperhatikan apakah ada preview di layar 2 inchi tadi. Kayaknya tahun depan pasti sudah ada yang menyediakan edit serta cetak foto. Kehadiran laptop di tahun depan bukan suatu hal yang mustahil. Karena jasa mereka sebagai pengabadi serta penyaji informasi sangat penting posisi manfaatnya, khususnya bagi wisudawan yang gak bawa kamera.

Berbeda dengan tahun kemarin yang banyak foto yang kuhasilkan, kali ini saya fokus pada tugas pengaturan masuk geduang para wisudawan. Lancar-lancar saja, mengingat yang penting suara saya harus lantang & keras, apalagi ada pinjaman loud-speakaer alias mega-phone (?). Berfoto didalam gedung dibatasi, tertulis dengan jelas pada tata tertib untuk para panitia. Kali ini saya menghormati aturan itu, sehingga saya ‘hanya’ kurang dari 15 jepretan selama berada dilingkungan Bikasoga ini. Teman-teman yang minta foto juga saya tolak demi menghormati tata tertib dilarang foto ini. Saya mohon maaf kepada para wisudawan maupun para mahasiswa panitia, yang mereka biasanya, seperti tahun kemarin, saya tidak bisa mengambil gambar Anda-Anda semua. Rasa gembira saya dalam rangka wisuda ini adalah saya mengambil gambar Anda semua. Anggap saja rasa terima kasih saya kepada panitia & wisudawan adalah terekamnya peristiwa wisuda ini. Yang jadi paduan suara, MC atau panitia konsumsi, atau panitia lainnya, maaf kali ini saya gak bisa menfoto Anda-Anda semua. Saya tidak bisa memberi hadiah selain hobby saya menfoto Anda-Anda semua. Hanya menfoto-lah yang saya bisa, sebagai wujud terima kasih saya. Cuman, kali ini tidak seperti tahun kemarin. Tapi jangan khawatir, karena kami telah menyediakan juru foto yang lebih professional. Cuma, kepada siapa Anda bisa menanyakan atau kapan foto bisa dilihat, saya kurang tahu.
Saya berharap, wisuda tahun depan larangan berfoto sudah dicabut, sehingga saya bisa mengambil gambar Anda-Anda semua, teman-teman panitia, panitia mahasiswa serta wisudawan semua. Semoga, tahun depan kamera saya sudah semakin canggih supaya kayak juru foto professional yang pakai SLR.





