yosnex

8 November 2007

Lumpur Lapindo

Kategori Postingan : 11_internet, 21_publika

Dengan telah berfungsinya kembali PC dengan kemampuan Google-Earth-nya, aku iseng-iseng mengecek posisi-posisi penting di sekitar Pulau Jawa. Tempat-tempat yang terkenal serta kukenal dan mungkin akan menarik untuk dikenal oleh teman-teman serta para mahasiswa. Yang paling kuanggap penting selain lokasi di kota Bandung, adalah Lumpur Lapindo. Foto yang kuambil, sepertinya lebih baru daripada foto lain di dalam database Google-Earth ini, dikarenakan keberadaan lumpur Lapindo ini memang menarik perhatian khalayak. Kuambil tiga potongan kecil dengan ukuran aslinya kusimpan di Multiply.
Bila dilihat dari atas, kelihatan posisi jalan tol di kanan kolam-lumpur, dan suangai Porong di bawah kolam. Disebelah kiri kolam ada jalan biasa (bukan tol) yang menghubungkan Surabaya-Malang.

Dibawah ini, bisa kita bayangkan bagaimana gugup serta depresinya para korban lumpur Lapindo manakala melihat rumah-rumah yang terendam banjir lumpur. Banjir lumpur, bukan banjir air. Kalau banjir air mengalir lalu menghilang, tapi banjir lumpur akan mengeras membentuk sedimen lumpur yang semakin lama akan semakin mengeras, mungkin akan membatu.

Sungai Porong berubah menjadi dua warna, warna aslinya, yaitu warna asli sungai ‘air’ ada diposisi kiri, sedangkan lumpur mewarnai sebelah sisi kanan sungai Porong. Bila ke kanan terus akan menuju ke Laut Jawa. Apakah ini namanya pencemaran sungai ? Kalau kita pernah ingat, jenis pencemaran adalah pencemaran air, udara & tanah. Kalau ini termasuk pencemaran air, tapi komposisi lumpur lebih banyak. Berarti pencemaran lumpur, khan ?

Selengkapnya, foto ukuran 1280x748 ada disini Multiply.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com