Mambo #03
Kalau bisa mencari informasi sendiri sebenarnya tidak perlu membeli informasi. Semisal, ada seseorang yang mampu membuat pisang goreng dengan enak, mengapa harus beli, lebih baik membuat pisang goreng sendiri. Punya bahan mentahnya, enggak ? Kalau belum berarti harus beli. Hitung-hitung hemat mana beli pisang goreng langsung makan atau bikin sendiri dengan harus beli bahan mentahnya. Anda sendiri yang bisa jawab.
Sama juga dengan internet. Mencari modul kuliah, skripsi, ebook, ringtone, gambar, Google Earth, dan lainnya, itu semua ada di internet. Masalahnya, adalah bagaimana mendapatkannya. Anda bisa mulai dari belajar dari buku, belajar searching dengan search engine, memahami topik yang dicari, menggunakan keyword dengan tepat, dan pastinya butuh modal minimal untuk biaya rental internet atau Anda berlangganan koneksi internet via ISP. Dan yang paling penting adalah kesabaran & keberuntungan. Hemat mana mencari sendiri di internet dengan latar belakang kemampuan yang bermacam-macam dibanding membeli sesuai dengan yang dibutuhkan. Sekali lagi, yang dibutuhkan. Anda hanya perlu membeli yang Anda butuhkan.
Pertanyaan berikutnya adalah mengapa untuk mendapatkan informasi berupa file, semisal modul, file foto satelit ala Gogle-Earth, atau tesis, diharuskan membayar ? Dengan kata lain, mengapa harus dijual dengan imbalan uang ? Ini semata-mata prinsip tidak mau rugi. Dana yang sudah dikeluarkan untuk berbagai file tadi adalah harus dikembalikan. Biaya web-hosting pertahun juga bayar. Nanti kalau file pesanan dikirim via email, juga pakai jasa warnet, yang harus dibayar pakai uang. Dengan kata lain, mengeluarkan uang harus mendatangkan uang, kalau bisa lebih sedikit.
Apakah semua harus bayar ? Kurencanakan ada dua aspek pembiayaan, saya sebut saja “100% Gratis” dan “100% Murah”. “100% Gratis” adalah semisal ringtone yang sudah ku-upload di Multiply, wallpaper 320x240 px yang akan ku-upload nantinya. Yang ini bebas didownload tanpa syarat. Dan “100% Murah” adalah modul kuliah, foto satelit Google Earth & tesis. Dirancang murah & terjangkau. Murah supaya pembeli merasa masih beruntung membeli, ini perlu penjelasan yang komunikatif, & terjangkau, supaya laku. Harus dijelaskan konsep pro-sumer, apa yang Anda beli dari saya, tergantung Anda, apakah mau dijual kembali ke orang lain atau dipakai sendiri. Kalau Anda jual lagi sebuah keuntungan besar, karena modal Anda akan segera kembali. Dan bisa beli bahan tesis yang lain, dan seterusnya.
Sebagi gambaran mengapa file harus bayar, bisa dilihat uraian biaya yang dikeluarkan. Dibagi 2 (dua), yaitu biaya teknis, meliputi biaya pengadaan/penggunaan/sewa/rental hardware & software. Dan biaya brain-ware, menyangkut sebesar apa kemampuanku dihargai. Dihargai apabila orang lain memberikan penawaran yang lebih murah dan lebih bagus. Maka aku tidak boleh terlalu jauh dengan harga si Cheaper tadi.
Biaya teknis HW & SW :
1.biaya sewa/rental internet warnet asumsi Rp. 5.000/jam, 512 kbps.
2.biaya web hosting Rp. 120.000/th
3.biaya desain web layout 1x setahun Rp. 500.000,-
4.biaya desain web content 1x setahun Rp. 500.000,-
5.biaya desain web update 1 seminggu Rp. 25.000,-
Biaya brain-ware, berupa kemauan, kesempatan, keterampilan, kemampuan, keberuntungan.
1.memahami topik/tema suatu materi kuliah/artikel/tesis tertentu. Yang kemudian dikonversi menjadi keyword.
2.mencari dengan bantuan search engine yg sesuai topik/tema
3.memilih hasil pencarian yg sesuai topik/tema
4.mengunduh/mendownload yg sesuai topik/tema. Ini proses yg memakan waktu biaya dan tenaga (maksudnya tenaganya search engine). Kesabaran dan modal dipertaruhkan disini, karena sangat tergantung dengan ketidakpastian. Misal, kecepatan koneksi, kondisi file yang didownload, perubahan isi web yang didownload.
5.file yg ter-download ditampung dalam suatu folder dilanjutkan dengan seleksi kelayakan. Hal yg menjadi pertimbangan adalah kualitas informasinya yaitu isi harus terbaca dg jelas. Misal, file pdf lama bisa jadi hasil scan (picture) bukan konversi dari Adobe Acrobat sehingga tidak bisa atau susah untuk copy paste. Ini kurang menjual alias BS (barang sortiran)
6.proses pengemasan. Bila online tinggal kirim via email atau download di multiply (pakai password). Atau di copy ke cd atau flash disk.
7.biaya promosi offline berupa brosur, kaos, topi, banner, dll. Untuk promo online diusahakan yang free, untuk menekan biaya.
Yang pasti harga yang diberikan adalah harga yang pantas. Tidak terlalu mahal, sehingga calon pembeli antusias membeli, tapi juga tak terlalu murah, sehingga aku harus nombok.




