yosnex

22 February 2007

MM Sinisme

Kategori Postingan : 24_komunita

Beberapa orang ada yang terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa mengumpulkan & menganalisa data. Salah satunya adalah sinisme orang2 tertentu yang meragukan kualitas program MM IMMI Bandung ini. Orang tersebut telah salah dalam melakukan analisa perbandingan. Syarat utama melakukan perbandingan adalah sebanding atau sederajat. Obyek yang dibandingkan adalah obyek yang mendapat perlakuan yg sama.
Mari kita analisa. Ada perbedaan nama program & gelar. MM berbeda dengan M.Si di Unpad atau MT di ITB. Nama gelar, kurikulum, PT & akreditasinya berbeda. Jadi salah bila dibandingkan. Yang boleh dibandingkan adalah program sejenis semisal MM Unpad (akreditasi A), MM Ikopin (belum akreditasi), MM Unwim Turangga (Akreditasi B), MM Unpas, atau lainnya.
Apa saja yang bisa dibandingkan secara obyektif ? Yaitu, akreditasinya, biaya kuliah, sarana fisik, masa studi, jumlah tatap muka kuliah & beban sks. Apa saja yang bisa dibandingkan secara subyektif ? Yaitu, kualitas pengajar, kualitas kegiatan belajar mengajar, kualitas evaluasinya, kualitas tesisnya, kualitas pelayanan akademik & administrasi, kualitas asal mahasiswa (saat S1) & kualitas alumni.
Perbandingan secara obyektif & subyektif harus melalui penelitian yang seksama, terencana dan terkendali. Secara obyektif bisa dilakukan dengan penelitian deskriptip karena kita hanya mencatat bukti fisik dari masing-masing PT penyelenggara MM. Untuk yang secara subyektif, idealnya responden adalah yang pernah berkuliah di beberapa MM berbagai PT. Bila dirasa sulit, maka pendapat subyektif tadi bisa dikumpulkan dengan cara kuisioner.
Kalau kita sudah mendapatkan data2 diatas maka baru mulai kita bandingkan. Bila belum ada data jangan sekali2 mencoba melakukan perbandingan. Karena yg muncul adalah keraguan yg mengarah ke prasangka. Bila orangnya baik maka muncul-lah prasangka baik & kesimpulan baik. Tapi bila orangnya self-orientasi alias ego-sentris maka muncul kesimpulan yg negative thinking. Selalu merasa paling baik. Dan merasa terancam ada yang akan mengalahkannya.
Menghadapi yang negative thinking inilah tugas pertama sekaligus terberat yg harus diemban seorang alumni. Menjawab keraguan di luar sana itulah ujian yang benar-benar ujian.
Apa kiatnya ?. Bila kita diserang dengan statemen yang negatif, kita balik serang dg meminta bukti apakah proses kuliah Si Sinis telah diikuti dengan baik. Dengan kata lain, benarkah Anda Si Sinis benar-benar kuliah S2 ?. Apa buktinya kalau Si Sinis tadi benar-benar kuliah ?.
Saya mencatat berbagai hal di blog saya saat saya daftar s/d sidang tesis kemarin. Lengkap dg teks, foto & rekaman audio proses kuliah. Apakah Si Sinis tadi bisa menunjukkan bukti-2 dia kuliah? Kemungkinan besar hanya catatan kuliah yang ditunjukkan. Suara dosen sangat kecil kemungkinannya bisa ditunjukkan (mungkin tak kepikiran untuk merekam suara dosen saat kuliah atau dosennya jarang ada atau bahkan tidak ada dosen/fiktif). Suara dosen adalah untuk satu kelas, sedangkan catatan kuliah bisa beda tiap orang. Mahasiswa rajin bisa menambah sendiri reference dari mata kuliah yg diikutinya.
Kalau si sinis lebih tua dari aku, akan kujelaskan cara membandingkan yang baik & minta bukti rekaman kuliah dosennya. Bila Si Sinis tak mampu maka skor 1-0 untukku. Tapi bila ada bukti audio video maka aku ngalah saja, skor 1-0 untuk Si Sinis. Menjadi lebih mulia bila kita menghormatinya.
Biaya kuliah identik dg kualitas kuliah. Materi kuliah cukup tapi makan & ruang kuliah nyaman dg biaya murah adalah nilai plus-ku. Juga jaminan lulus tepat waktu & kemampuan latar-belakang S1 yg beragam juga menjadi nilai plus-ku.
Akhirnya, bersiaplah menghadapi tantangan dari Si Sinis tadi.

2 komentar »

The URI to TrackBack this entry is: http://yosnex.blogsome.com/2007/02/22/mm-sinisme-2/trackback/

  1. sudah pak, dia emang gtu orangnya jangan terlalu dimasukin hati…

    Comment by Andy — 22 February 2007 @ 8:02 am

  2. Terima kasih komentarnya.
    Bagi saya yang terpenting adalah meluruskan metode pembandingan (comparative method). Dan status akreditasi C bagiku sudah cukup. Memang bukan A atau B, tapi cukup bagiku. Sepadan dengan kualitas, masa studi & biaya.
    Tapi siapa ini ?

    Comment by Haryoso Wicaksono — 23 February 2007 @ 1:43 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com