Robot vs Bencana
Lagi ramai di milist FUB tentang penggalangan dana untuk kontes robot yang diikuti mahasiswa FUB. Aku coba menyampaikan pandangan pribadi saya terkait dengan kejadian berbagai musibah di tanah air akhir-akhir ini. Kadang kala kita lupa bahwa mana yang lebih dulu diprioritaskan untuk dibantu. Makanan untuk robot atau nasi layak untuk masyarakat yang kelaparan. Memang, bagus juga ada kegiatan hi-tech seperti kontes robot tadi, tapi bisakah sedikit toleran dan menahan diri dengan sedikit bersimpati kepada mereka yang tertimpa musibah. Dengan menggunakan dana yang bersifat non-urusan perut atau untuk robot-robot tadi berarti kita melupakan atau me-nomor-sekian-kan perut mereka.
Mohon maaf para keluarga besar FUB, saya lebih salut & simpati pada para mahasiswa yang tergabung pada team SAR yang langsung menunjukkan manfaat kepada para korban banjir di Jakarta, kemarin. Juga, para relawan dari PKS yang terdiri atas para mahasiswa dalam melayani pengobatan dan pelayanan dapur-umum.
Saya jadi agak bingung, apa saya yang kehilangan ke-fisika-an saya atau memang saya terlalu banyak nonton tv ber-isi informasi banjir Jakarta kemarin ? Semoga saya selalu diberi petunjuk & pencerahan pikiran.
Mohon diingatkan bila saya salah dalam menyampaikan pendapat & pikiran saya. Sangat lazim kalau ada beda pandangan karena masing-masing personal mempunyai sudut-pandang & tingkat kepentingan masing-masing.
Kritik tanpa saran & solusi adalah omong kosong. Tentang penggalangan dana, selain dari alumni apakah sudah diusahakan dari sumber yang lain.
Asal dana bisa terdiri atas 4 kemungkinan :
1.Pihak internal-jurusan, mulai dari mahasiswa, dosen, ketua jurusan-2 di FMIPA, dengan membuat acara-acara yang menarik, paling sederhana adalah pembuatan proposal pengumpulan dana dengan ditanda-tangani oleh pejabat jurusan. Demi menguatkan proses penggalangan dana. Menjual stiker, kaos, buku, gantungan-kunci, dll tentang robot bisa dicoba. Lab Fisika memungkinkan - seperti dulu 90an - dikunjungi para mahasiswa dari berbagai jurusan yang akan praktek Fisika, merupakan pasar yang bisa digunakan untuk penggalangan dana ini. Para asisten Lab Fis bisa unjuk gigi disini.
2.Alumni & Ikatan Orang-tua Mahasiswa. Alumni ada yang mampu secara finansial ada yang tidak. Ada juga alumni yang merasakan ‘romantisme’ saat kuliah, ada juga yang sebaliknya, masih mempunyai ‘memori kelabu’ tentang masa kuliah dulu. Memang alumni yang akan menyumbang adalah yang mempunyai kecukupan finansial, ‘romantisme’ jurusan & masih terkait dengan ke-fisika-an-nya. IOM masih bisa diharapkan, asal ada proposal & kejelasan prestasi. Buat apa dibantu kalau kalah melulu. Sama seperti kasus APBD buat klub sepak-bola lokal. Kenapa sampai IOM - misalnya - enggan membantu ? Tanya kenapa ?.
3.Perusahaan swasta atau instansi pemerintah. Keduanya mensyaratkan kelengkapan proposal yang baik. Agak rumit & berbelit, khususnya yang dari pemerintahan. Untuk perusahaan swasta, harus ada imbal balik. Penempelan logo atau pesan iklan hal yang harus diterima. Kalau perlu silahkan pasang iklan rokok untuk kontes robot. Sama-sama untung & sinergi berjalan mulus.
4.Sumber lain, semisal internet atau pihak luar-negeri. Teman pernah berseloroh, minta saja sama orang Saudi Arabia. Rada nyleneh tapi pantas dipecahkan. Minta dana ke Partai Politik ? Kenapa tidak.
Setahu saya, tiap jurusan atau pragram studi di suatu perguruan tinggi biasanya mempunyai seorang ‘tenaga marketing’, yang tugasnya adalah mencari mahasiswa (PTS), menggalang kerja-sama dengan pihak luar, termasuk penggalangan dana ini. Juga melakukan kerjasama dengan pihak terkait, dengan media massa, rektorat, masyarakat sekitar, para tokoh masyarakat, birokrat, badan usaha, atau kopertis (bila ada dosen FUB yang ngajar di PTS), pemasaran seminar, dosen butuh cetak buku, dosen ada yang mau mantu, dll.
Mungkin di Unibraw, segala sudah punya, mulai dari mahasiswa datang sendiri, gedung wisuda udah ada, komunikasi dengan pihak luar diurusi via rektorat, maka kadang tenaga marketing ini terabaikan. Nah, pas lagi butuh dana, tanya kenapa ?
Bagi yang diserahi mengumpulkan dana, sebaiknya mempunyai program penggalangan dana yang baik & terencana. Selamat berjuang & bila kontes robot ini berhasil pasti beasiswa S2 atau S3 menanti Anda.
Semoga tulisan ini bermanfaat & akan lebih lengkap bila ada yang menyempurnakannya. Ada saran & kritik, tuliskan di komentar pada bagian bawah tulisan ini. Terima kasih.




