yosnex

3 February 2007

Banjir-banjir

Kategori Postingan : 21_publika

Banjir besar kembali menyergap beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Diperkirakan - menurut tv yang saya tonton - adalah banjir terbesar sejak 25 tahun terakhir, bahkan lebih hebat daripada banjir 2002, yang mana banjir 2002 tsb dikategorikan banjir besar. Bahkan ada lokasi yang belum pernah banjir sebelumnya kini terendam banjir. Media massa panen iklan, liputan sang reporter di lokasi banjir sampai rela berendam demi menjelaskan informasi serta berusaha memperbaiki rating, maklum begitu ada berita banjir, langsung TV diserbu pemirsa mencari info banjir. Kemacetan dimana-mana. Ketinggian air bahkan hingga 2 meteran, bahkan ada yang 4 meteran. Pantau terus informasinya, ku-dukung wahai televisi meski kau perbanyak iklan. Ku-rela nonton iklan-mu asal kau sajikan info terkini. Jangan ngulang-ngulang berita kemarin yang sudah basi. Bagi para opportunis, silahkan dipikirkan bisnis apa yang yang cocok untuk mengatasi pasca-banjir. Jasa pembersihan sofa, jasa pengecatan rumah, jasa penjemuran karpet, jasa penyewaan perahu karet, jasa pakaian anti-basah, jasa ponsel anti-air (water-proof), jasa dorong mobil, jasa pengetikan skripsi (enggak nyambung? nyambung aja, bayangkan kalau minggu-minggu ini ada yang mau ujian sidang, terus berkas serta file-2nya hancur, hayooo), jasa penyewaan rumah buat pengungsi, dll.
Berikut beberapa cuplikan informasinya :
————————————————————————————————————–
Rabu, 31 Januari 2007 13:08:25
Banjir Jakarta, Sungai Ciliwung Meluap, Ribuan Warga Mengungsi
Jakarta, kompas - Sungai Ciliwung meluap di sebagian wilayah DKI Jakarta. Akibat banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat, itu, lebih dari 1.050 warga Kampung Arus, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, terpaksa meninggalkan rumah mereka, Selasa (30/1). Di kawasan itu, ketinggian air mencapai hingga 2 meter. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu. Selengkapnya click disini.
————————————————————————————————————–
Banjir di Bekasi
Ribuan rumah di tiga kecamatan di Kota Bekasi, yakni Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan dan Rawalumbu hingga Kamis (1/2) pagi masih terendam banjir, meskipun tidak setinggi sehari sebelumnya.
Ketinggian air yang mencapai hampir satu meter, Rabu, merendam rumah-rumah yang berada di sejumlah kawasan pemukiman, seperti Perumahan Irigasi Danita, Narogong, Duren Jaya, Karang Kitri, Pondok Hijau dan Bumi Satria Kencana. “Ketinggian air di rumah saya kira-kira sebetis orang dewasa,” ungkap Bambang, warga Perumahan Irigasi Danita.
Sementara itu, Bambang yang bermukim di Perumahan Irigasi Danita, Bekasi, mengakui tempat tinggal memang kerap mengalami banjir. Namun, tuturnya, banjir kali ini merupakan yang paling besar bila dibandingkan kejadian serupa pada 2002.
Ketua RW setempat M Suhud menduga, selain karena hujan deras, banjir juga disebabkan penyempitan saluran air di jembatan Kali Irigasi. Akibatnya, arus air yang mengalir cukup deras menjadi tidak tertampung dan menggenangi rumah-rumah warga di sekitarnya.
Banjir juga merendam sedikitnya 600 rumah di Perumahan Duren Jaya, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur. Warga di sana mengaku pasrah menghadapi banjir. Selengkapnya click disini.
————————————————————————————————————–
Korban Banjir Jakarta Minta Bantuan Makanan

JAKARTA, KOMPAS–Banjir melanda hampir semua daerah tepi sungai di Jakarta. Di Gg Arus, Kelurahan Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur ketinggian air pada Kamis (1/2) pukul 20.15 telah mencapai 175 centimeter. Sementara itu, ketinggian air di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegera, Jakarta Timur sudah ada yang mencapai 120 centimeter. Hingga kini warga yang memilih tetap tinggal di rumahnya mengaku kelaparan karena tak ada bantuan makanan masuk. Selengkapnya click disini.
————————————————————————————————————–
Banjir,Jakarta Nyaris Lumpuh Sabtu, 27/01/2007
TERGENANG AIR, Jalan S Parman, Jakarta Barat kemarin tergenang air. Akibatnya, lalu lintas di daerah tersebut macet total. Banjir juga melanda beberapa ruas jalan di wilayah Ibu Kota. Dampaknya, aktivitas warga terganggu.
JAKARTA BARAT (SINDO) – Banjir yang terjadi di sebagian ruas jalan membuat Jakarta nyaris lumpuh. Ketinggian air yang mencapai 40–50 cm memaksa kendaraan bermotor berjalan merayap.
Kemacetan panjang hingga mencapai 5–10 km pun tak bisa dihindari.”Tadinya saya ingin ke Grogol.Tetapi lantaran macet dari Jln Daan Mogot, depan Indosiarhingga Cengkareng, akhirnya saya memilih berputar.Saya pun memilih melintasi Jalan Raya Panjang,Kebon Jeruk,” terang Khairul Anwar, 27,pengendara sepeda motor yang tinggal di Cikokol,Kota Tangerang,kemarin. Selengkapnya click disini.
————————————————————————————————————–
Banjir Setinggi Satu Meter Menyergap Kota Bekasi. Akibat Hujan yang Terus-menerus
BEKASI, (PR).- Hujan deras yang turun sejak malam hari mengakibatkan banjir di beberapa kawasan di Bekasi, Rabu (31/1). Banjir kali ini, menurut warga lebih parah dari tahun lalu. Hal itu karena ketinggian air yang mencapai satu meter di beberapa kawasan.
WARGA berjalan menembus banjir di Kecamatan Bekasi Jaya RW 14, Rabu (31/1). Banjir yang terjadi akibat hujan yang turun sejak dini hari ini memaksa sejumlah warga mengungsi.Lokasi pun bertambah, tidak hanya terjadi di kawasan yang langganan banjir, seperti Duren Jaya dan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Banjir kini juga melanda Kelurahan Margahayu, Bekasi Jaya, Duren Jaya, Bintara, Bintara Jaya, Kranji, Bojong Rawalumbu, dan Pengasinan. Banjir bahkan terjadi hingga ke perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi. Selengkapnya click disini.
————————————————————————————————————–
Semoga banjir ini segera surut dan kehidupan kembali normal. Dan PR bagi para pejabat DKI dan Jawa Barat untuk memobilisasi bantuan serta rehabilitasi lingkungan pasca banjir untuk segera dilaksanakan, sebelum kemungkinan ancaman kedatangan banjir di masa mendatang (atau minggu depannya lagi).

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com