Krisis #1
Masih terkait dengan Seminar Bisnis, minggu kemarin, berikut ulasan saya. Suasana ketidakpastian bisa jadi membuat suasana hati tidak nyaman. Tapi teman-teman banyak support saya, 100% menyayangkan sikap-nya, kenapa memberi masukan koq ditimpali dengan pernyataan seperti itu. Kata tulisan di rumah makan Padang : “Bila Anda puas beritahu teman, bila Anda tidak puas beritahu kami”. Kata Republik BBM, yang tersentil harus bijaksana.

Nampaknya belum ada penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Atau ada LATAR BELAKANG PERMASALAHAN yang lain ? Saya sebagai penyebab atau pemicu, atau korban salah sangka atau salah duga. Bisa jadi hipotesa-nya belum diuji tapi langsung diputuskan sebagai kesimpulan. Uji hipotesa setahu saya pakai data, bukan yang lain. Cooling down-lah yang terbaik. Pada dasarnya, kalau dilihat dari KTM serta Surat Keterangan tentang terdaftarnya saya, maka sangat jelas bahwa saya adalah mahasiswa Pasca Sarjana STIMA IMMI. Dan kalaupun ada label STIE Dharma Negara itu adalah karena ada kerja sama antara keduanya. Pemecatan saya sebagai mahasiswa, bisa dimungkinkan bila ada ketetapan dari STIMA IMMI Jakarta, karena saya adalah mahasiswa STIMA IMMI Jakarta. Dan saya sangat yakin bahwa STIMA IMMI Jakarta tidak akan memecat saya sebagai mahasiswa, karena sangat tidak beralasan. Kalaupun dipecat oleh STIE Dharma Negara, tidak akan mempunyai kekuatan karena harus ada keterlibatan STIMA IMMI Jakarta. Hal terburuk adalah bila memang dikeluarkan oleh keduanya, sehingga memaksa saya mengeluarkan jurus pembelaan (untuk sementara tidak perlu disebutkan), yaitu mencari Pasca Sarjana lainnya. Ada Universitas Langlang Buana (Teknik Informatika) atau MM lainnya. Tapi yang pasti, sebelum ada surat pemecatan sebagai mahasiswa, saya tetap mahasiswa Pasca Sarjana STIMA IMMI “yang kebetulan” bekerja sama dengan STIE Dharma Negara.
Daripada pusing-pusing, mending dance aja sama SpiderMan ! Oke





maju terus pantat mundur
Comment by yudi supriadi,s.pd — 8 January 2009 @ 11:26 am